Menkominfo Johnny G Plate. (Medcom.id/Nur Azizah)
Menkominfo Johnny G Plate. (Medcom.id/Nur Azizah)

100 Hari Jokowi-Maruf

Langkah Menkominfo Jadikan Indonesia Digital Nation

Teknologi 100 Hari Jokowi-Maruf
Cahyandaru Kuncorojati • 31 Januari 2020 16:18
Jakarta: Di momen serah terima jabatan dari Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan bahwa akan melanjutkan program kerja yang sudah ada. Menkominfo Johnny mengklaim tidak ada agenda baru atau khusus terkait program 100 hari kerja.
 
Namun, bukan berarti dirinya tidak punya visi dan misi atau target yang akan dijalankan di masa kepemimpinannya. Menkominfo Johnny punya target mentransformasi Indonesia sebagai negara digital.
 
Berdasarkan dokumen yang diterima Medcom.id dari Plt Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, Menkominfo sudah menyiapkan beberapa langkah yang disusun untuk mencapai target Indonesia Digital Nation.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama adalah mendorong migrasi siaran televisi dari analog ke digital. Menkominfo Johnny berkaca dari produsen televisi yang kini sudah masif memproduksi televisi digital tapi di Indonesia siaran televisi masih belum mengadopsi teknologi tersebut.
 
Ditambah, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya bisa memiliki televisi digital. Jadi, Menkominfo Johnny ingin mencari jalan tengah dengan menciptakan teknologi switch sehingga proses migrasi bisa berjalan tanpa dipaksakan.
 
"Maka kita perlu beralih dari analog ke digital yang dikenal dengan analog switch off/ASO. Tentu tidak serta-merta, ada tahapannya. Harus dibuka ruang, karena migrasi itu membutuhkan biaya, membutuhkan persiapan, membutuhkan waktu, disiapkan melalui program yang disebut simulcast yang sudah dirancang lama," ujar Menkominfo Johnny.
 
"Kita harapkan tahun 2020 program simulcast bisa dimulai, sehingga poinnya bukan simulcast tetapi switch off, kapan berakhirnya analog itu dan kita masuk ke televisi digital," imbuhnya. Menkominfo Johnny sendiri sudah bertemu dengan DPR RI untuk membahas revisi Rancangan Undang-Undang Penyiaran yang mendukung visi ini.
 
Kedua, Menkominfo Johnny masih mendambakan digelarnya internet cepat ke seluruh pelosok Indonesia dan jaringan 5G. Dia ingin di akhir tahun 2024 kecepatan internet di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) minimal bisa menyentuh 10MBps.
 
Infrastruktur ini juga didukung dengan satelit Satria (Satelit Republik Indonesia) yang semuanya akan mendukung jaringan internet cepat Palapa Ring sehingga ditargetkan di 2020 kecepatan internet Indonesia menyentuh 30MBps.
 
Menkominfo Johnny juga sudah berkomunikasi dengan perusahaan teknologi internasional sekelas Qualcomm untuk memberikan peluang kerja sama membangun 5G di Indonesia.
 
"Salah satu kunci untuk menjadi terdepan di era digital adalah kesiapan infrastruktur, diantaranya dengan penguatan konektivitas melalui teknologi 5G," ujarnya saat bertemu Qualcomm di World Economic Forum 2020 minggu lalu.
 
Menkominfo Johnny juga mau memastikan infrastruktur ini terpakai dengan membangun ekosistem yang ikut mentransformasi Indonesia menjadi digital nation. Startup Indonesia didorong melahirkan banyak unicorn baru bahkan decacorn dan hectacorn.
 
Dia memprioritaskan startup yang tersebut bisa menghasilkan platform layanan maupun aplikasi yang memenuhi infrastruktur internet yang sudah dimiliki Indonesia ke depannya.
 
"Jangan sampai kita membangun infrastruktur digitalnya, marketplace-nya tersedia, platform banyak, aplikasi-aplikasi bagus tapi produk dari luar negeri yang membanjiri pasar di dalam negeri," ungkap Menkominfo Johnny.
 
"Hal itu boleh-boleh saja tetapi untuk kepentingan domestik kita harus pastikan produk-produk dalam negeri juga berkembang maju. Kalau perlu produk-produk dalam negeri masuk ke marketplace internasional," tegasnya.
 
Menkominfo Johnny ingin startup tidak hanya menjadi tempat berkembang bagi generasi milenial. Menurutnya startup harus menjangkau masyarakat termasuk petani, peternak dan nelayan dan profesi lainnya. Hal ini akan membuat Indonesia sepenuhnya bertransformasi menjadi digital nation.
 
Terakhir, sumber daya manusia juga harus diprioritaskan. Menkominfo Johnny ingin menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sebagai fasilitator dalam perubahan ekosistem yang terus bergerak cepat. Peran SDM yang handal dibutuhkan untuk mengendalikan infrastruktur digital baik yang digunakan secara offline maupun online
 
Target ini akan ditempuh melalui beragam program. Misalnya, program Digital Talent Scholarship (DTS) yang telah dilaksanakan tahun 2019 untuk 25.000 orang dari berbagai kota di Indonesia melalui pembiayaan oleh APBN. Tahun 2020 program DTS menargetkan peserta mencapai 50.000 orang.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif