Bukan cuma media sosial yang menyadari hoaks mengenai virus Korona beredar luas. WHO juga menyadarinya sehingga mereka memanfaatkan TikTok sebagai media sosial populer untuk memerangi hoaks.
Dikutip dari Engadget, WHO baru saja ikut membuat akun TikTok bernama @who. Akun ini sudah mendapatkan centang biru alias status verified account. Kepopuleran akun ini langsung meroket, akun TikTok WHO punya 105,6 ribu pengikut dan sudah mengantongi 798,8 ribu Likes.

Sejauh ini baru ada dua konten video yang mereka buat. Kita bisa menebaknya, konten pertamanya terkait cara penggunaan masker yang benar. Video kedua adalah cara melindungi diri dari virus Korona seperti cara menjaga kesehatan dan etike saat batuk di tempat umum.
Video pertama sudah ditonton sebanyak 18,6 juta kali dan video kedua di angka 13 juta kali berdasarkan pemantauan Medcom.id semalam. Pencapaian ini sudah termasuk menarik untuk akun TikTok dari sebuah lembaga kesehatan dunia.
Artinya, akun TikTok dari WHO bisa jadi pesaing kuat dari akun lain yang memamerkan gerakan menari seperti yang sedang viral saat ini. Hal ini tergantung dari komitmen WHO untuk memproduksi konten secara berkala.
Meskipun begitu, WHO bukan lembaga internasional pertama yang menggunakan akun TikTok dalam kegiatannya. Badan Palang Merah Dunia (Red Cross) dan UNICEF juga sudah mengandalkan media sosial yang dikecam sebagai spyware Tiongkok oleh pemerintah Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News