Prancis Ingin Buat Aplikasi Pengirim Pesan Terenkripsi Sendiri

Ellavie Ichlasa Amalia 17 April 2018 13:19 WIB
whatsapptelegram
Prancis Ingin Buat Aplikasi Pengirim Pesan Terenkripsi Sendiri
Presiden Prancis senang menggunakan Telegram.
Jakarta: Pemerintah Prancis berencana untuk membuat layanan pengirim pesan terenkripsi mereka sendiri. Alasannya adalah untuk meminimalisir rasa takut entitas asing memata-matai pembicaraan rahasia antara petinggi negara, ungkap Kementerian Digital pada hari Senin. 

Saat ini, tidak ada aplikasi messaging tereknripsi populer yang dibuat dari Prancis. WhatsApp dibuat oleh Amerika Serikat sementara Telegram, yang merupakan aplikasi favorit Presiden Emmanuel Macron, dibuat oleh Rusia. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya kebocoran data di luar Prancis, lapor Business Insider

Sekitar 20 petinggi negara dan pegawai negeri terbaik akan menguji aplikasi baru ini yang akan dibuat oleh developer yang dipekerjakan oleh negara, ujar juru bicara kementerian. Tujuan akhir dari dibangunnya aplikasi ini adalah untuk mewajibkan keseluruhan anggota pemerintahan untuk menggunakan aplikasi itu pada musim panas. 


"Kita harus menemukan cara untuk membuat layanan pengirim pesan terenkripsi yang tidak dienkripsi oleh Amerika Serikat atau Rusia," kata sang juru bicara.

"Kita harus mulai memikirkan kemungkinan kebocoran yang terjadi sebelum hal itu terjadi, seperti yang kita lihat pada Facebook, jadi kita harus mengambil inisiatif ini."

Aplikasi pengirim pesan terenkripsi buatan pemerintah Prancis ini akan dikembangkan berdasarkan kode yang bisa digunakan secara gratis di internet. Ada kemungkinan, aplikasi ini juga akan bisa digunakan oleh semua masyarakat Prancis, kata sang juru bicara.

Sayangnya, dia menolak memberitahukan kode yang dijadikan dasar untuk mengembangkan aplikasi ini atau nama dari layanan tersebut. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.