Ilustrasi. (AP Photo/Rich Pedroncelli)
Ilustrasi. (AP Photo/Rich Pedroncelli)

Regulasi Obat-Obatan AS Bakal Pakai Blockchain

Teknologi teknologi
Ellavie Ichlasa Amalia • 11 Februari 2019 16:54
Jakarta:Badan Regulasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) ingin memastikan bahwa tidak ada obat ilegal yang dipasok ke rumah sakit dan apotek. Mereka ingin menggunakan teknologi untuk melakukan itu.
 
FDA baru saja meluncurkan program percobaan yang memungkinkan jaringan penyuplai obat untuk melacak resep dokter.
 
Walau FDA tidak memberikan informasi lengkap tentang teknologi yang akan mereka gunakan, mereka menjadikan blockchain sebagai contoh teknologi yang bisa mereka gunakan. Blockchain bisa digunakan untuk memverifikasi bahwa obat yang ada di rumah sakit dan apotek memang datang dari penyuplai resmi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut laporan Engadget, perusahaan memiliki waktu hingga 11 Maret untuk berpartisipasi dalam program percobaan ini. Sayangnya, untuk melihat dampak dari sistem ini, Anda masih harus menunggu lama. Sistem pelacak baru akan berdampak ke kehidupan nyata pada 2023.
 
Namun, keputusan FDA ini tampaknya tepat waktu. Amerika Serikat kini tengah sibuk berperang dengan masalah kecanduan penghilang rasa sakit.
 
Teknologi seperti blockchain bisa meminimalisir kemungkinan obat penghilang rasa sakit atau obat berbahaya lain masuk ke rantai penjualan obat secara ilegal.
 
Selain itu, teknologi tersebut juga bisa digunakan untuk melacak asal dari obat-obatan itu dan kapan obat-obatan ilegal itu masuk ke pasar.
 
Dengan begitu, ini bisa mengurangi kemungkinan pekerja medis atau penyuplai untuk menjual obat-obatan ke orang yang tidak membutuhkannya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif