Huawei P30.
Huawei P30.

Huawei P30 Masih Diburu di 2026, Ini Alasannya

Cahyandaru Kuncorojati • 02 Juni 2026 12:25
Ringkasnya gini..
  • Huawei P30 sudah tidak diproduksi, tetapi masih banyak dicari di pasar bekas pada 2026.
  • Kamera Leica, desain premium, dan dukungan Google Services menjadi daya tarik utamanya.
  • Kekurangannya meliputi layar 60Hz, tidak mendukung 5G, dan usia perangkat yang sudah lebih dari enam tahun.
Jakarta: Huawei P30 mungkin bukan lagi smartphone terbaru di pasaran. Namun, tujuh tahun setelah peluncurannya, perangkat ini masih cukup sering muncul dalam pencarian marketplace dan forum jual beli gadget bekas di Indonesia.
 
Smartphone flagship yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 itu masih memiliki penggemar tersendiri, terutama di kalangan pengguna yang mengutamakan kualitas kamera dan pengalaman Android dengan layanan Google yang masih lengkap.
 
Dengan harga bekas yang kini turun jauh dibanding saat pertama kali dirilis, Huawei P30 kembali menjadi salah satu smartphone flagship lawas yang dilirik pada 2026.

Sebelum membahas Huawei P30 secara spesifik, lini P Series memang memiliki posisi penting dalam sejarah Huawei.
 
Selama bertahun-tahun, seri ini dikenal sebagai lini flagship yang berfokus pada inovasi fotografi mobile. Berbeda dengan seri Mate yang lebih menonjolkan produktivitas dan teknologi terbaru, P Series sering menjadi etalase teknologi kamera Huawei.
 
Melalui kerja sama dengan Leica, Huawei menghadirkan berbagai inovasi yang sempat mengubah standar fotografi smartphone, mulai dari kemampuan fotografi malam, teknologi zoom, hingga pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan.
 

Spesifikasi Huawei P30 Saat Resmi Hadir di Indonesia

Ketika diluncurkan, Huawei P30 hadir sebagai smartphone flagship dengan layar OLED berukuran 6,1 inci dan resolusi Full HD+ 2340 x 1080 piksel.
 
Pada masanya, ukuran tersebut dianggap ideal karena menawarkan keseimbangan antara kenyamanan penggunaan dan portabilitas. Bahkan pada 2026, dimensinya masih terasa lebih ringkas dibanding banyak smartphone modern yang rata-rata menggunakan layar di atas 6,6 inci.
 
Di sektor performa, Huawei mempercayakan perangkat ini kepada chipset Kirin 980 yang merupakan prosesor flagship buatan Huawei saat itu. Chipset berbasis fabrikasi 7nm tersebut dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 128GB.
 
Untuk kebutuhan fotografi, Huawei P30 dibekali sistem Leica Triple Camera yang terdiri dari kamera utama 40MP Super Sensing, kamera ultrawide 16MP, dan kamera telefoto 8MP dengan kemampuan optical zoom hingga 3x.
 
Kamera tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Huawei P30 karena mampu menghasilkan foto dengan karakter warna khas Leica dan performa yang sangat baik pada kondisi minim cahaya.
 
Sementara di bagian depan terdapat kamera selfie 32MP yang ditempatkan dalam notch kecil bergaya waterdrop.
 
Huawei juga melengkapi perangkat ini dengan baterai 3.650mAh yang mendukung pengisian cepat 22,5W, sensor sidik jari di dalam layar, NFC, port USB Type-C, serta jack audio 3,5 mm yang kini semakin jarang ditemukan pada smartphone flagship.
 
Saat pertama kali dipasarkan, Huawei P30 berada di segmen flagship premium dengan harga yang mendekati Rp10 juta.
 
Kini situasinya sangat berbeda. Berdasarkan pantauan berbagai marketplace dan komunitas jual beli gadget bekas di Indonesia sepanjang 2026, Huawei P30 umumnya dipasarkan pada kisaran Rp2,3 juta hingga Rp2,7 juta tergantung kondisi perangkat, kesehatan baterai, serta kelengkapan aksesori.
 
Sementara unit baru sudah sangat sulit ditemukan karena perangkat ini tidak lagi diproduksi dan stok resmi telah lama habis.
 

Kenapa Huawei P30 Masih Dicari?

Meski usianya tidak lagi muda, Huawei P30 masih memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap menarik di pasar smartphone bekas. Alasan pertama tentu berada pada sektor kamera.
 
Alasan kedua adalah keberadaan Google Mobile Services (GMS). Berbeda dengan sebagian besar smartphone Huawei yang dirilis setelah pembatasan bisnis Amerika Serikat diberlakukan, Huawei P30 masih mendukung Google Play Store, Gmail, Google Maps, YouTube, Google Drive, dan berbagai layanan Google lainnya secara resmi.
 
Faktor tersebut membuat pengalaman penggunaan Huawei P30 terasa lebih familiar bagi pengguna Android dibanding banyak perangkat Huawei generasi yang lebih baru.
 
Desain premium yang masih terlihat modern serta ukuran bodi yang relatif ringkas juga menjadi alasan mengapa perangkat ini tetap memiliki penggemar hingga sekarang.
 

Masih Layak pada 2026?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan pengguna. Bagi pengguna yang mencari smartphone dengan kamera berkualitas, desain premium, ukuran yang tidak terlalu besar, serta dukungan layanan Google resmi, Huawei P30 masih menjadi pilihan yang menarik di pasar bekas.
 
Namun bagi pengguna yang mengutamakan refresh rate tinggi, dukungan 5G, baterai yang lebih awet, pembaruan perangkat lunak yang lebih panjang, atau performa gaming yang lebih modern, smartphone keluaran terbaru kemungkinan menawarkan nilai yang lebih baik.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA