Apple rilis iOS 26.3 sebagai pembaruan terbaru untuk sistem operasi yang pertama kali diperkenalkan pada September lalu.
Apple rilis iOS 26.3 sebagai pembaruan terbaru untuk sistem operasi yang pertama kali diperkenalkan pada September lalu.

Apple Rilis iOS 26 dengan Fitur Transfer ke Android hingga Kontrol Pelacakan Operator

Arif Wicaksono • 12 Februari 2026 15:52
Ringkasnya gini..
  • Apple rilis iOS 26.3 sebagai pembaruan terbaru untuk sistem operasi yang pertama kali diperkenalkan pada September lalu.
  • Salah satu pembaruan paling menarik setelah Apple rilis iOS 26.3 adalah hadirnya alat migrasi data lintas platform.
  • Dalam fase beta, Apple juga menguji pembaruan khusus untuk pasar Eropa yang berkaitan dengan perangkat wearable pihak ketiga.
Jakarta: Apple rilis iOS 26.3 sebagai pembaruan terbaru untuk sistem operasi yang pertama kali diperkenalkan pada September lalu. 
 
Update ini meluncur sekitar dua bulan setelah versi 26.2 dan sudah dapat diunduh oleh pengguna iPhone serta iPad yang kompatibel melalui menu Pengaturan > Umum > Pembaruan Perangkat Lunak.
 

Dikutip dari Macrumors, secara resmi, Apple menyebut pembaruan ini berisi perbaikan bug dan peningkatan keamanan. Namun, di balik catatan rilis yang singkat, terdapat sejumlah fitur baru yang cukup signifikan meski tidak terlalu disorot dalam pengumuman resminya.

Fitur Baru: Transfer Data dari Apple ke Android

Salah satu pembaruan paling menarik setelah Apple rilis iOS 26.3 adalah hadirnya alat migrasi data lintas platform. Kini, pengguna dapat memindahkan data dari perangkat Apple ke Android secara langsung saat proses pengaturan perangkat baru, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan dari Apple maupun Google.
 
Proses transfer ini mendukung pemindahan foto, pesan, catatan, aplikasi, kata sandi, nomor telepon, dan berbagai data penting lainnya. Walaupun fitur perpindahan data sebelumnya sudah tersedia, mekanismenya kini dibuat jauh lebih praktis dan terintegrasi langsung dalam sistem.

Langkah ini dinilai cukup strategis. Di satu sisi, Apple memenuhi tuntutan interoperabilitas. Di sisi lain, perusahaan tetap tidak terlalu menonjolkan fitur tersebut karena berpotensi mempermudah pengguna keluar dari ekosistemnya.

Dampak Digital Markets Act (DMA)

Kehadiran fitur transfer ini tidak lepas dari regulasi Digital Markets Act (DMA) di Uni Eropa. Pada Desember lalu, Komisi Eropa menyatakan bahwa fitur interoperabilitas seperti ini menjadi contoh nyata manfaat DMA bagi konsumen dan pengembang, terutama dalam mencegah praktik “lock-in” atau penguncian pengguna dalam satu sistem operasi.
 
Menariknya, meski dorongan regulasi berasal dari Eropa, Apple dan Google memilih menghadirkan fitur tersebut secara global, bukan hanya terbatas di wilayah Uni Eropa.
Opsi Batasi Pelacakan Lokasi oleh Operator
 
Selain itu, setelah Apple rilis iOS 26.3, pengguna juga mendapatkan opsi baru untuk membatasi pelacakan lokasi oleh operator seluler. Namun, implementasinya masih terbatas pada sejumlah operator di beberapa negara.
 
Di Amerika Serikat, fitur ini baru tersedia untuk pelanggan Boost Mobile. Di Inggris, dukungan datang dari EE dan BT. Sementara di Jerman tersedia melalui Telekom, serta di Thailand melalui AIS dan True. Fitur ini juga hanya kompatibel dengan perangkat yang menggunakan modem C1 atau C1X.

Integrasi Lebih Terbuka untuk Wearable Pihak Ketiga

Dalam fase beta, Apple juga menguji pembaruan khusus untuk pasar Eropa yang berkaitan dengan perangkat wearable pihak ketiga.
 
Ke depan, headphone dan smartwatch non-Apple akan mendapatkan integrasi yang lebih dalam dengan iPhone dan iPad. Salah satu fitur yang diuji adalah pemasangan cepat (proximity pairing), yang memungkinkan aksesori dipasangkan hanya dengan mendekatkannya ke perangkat mirip pengalaman satu ketukan pada AirPods.
 
Tak hanya itu, smartwatch pihak ketiga juga berpotensi menerima notifikasi yang lebih kaya dan interaktif dari iPhone. Meski demikian, Apple tetap membatasi pengiriman notifikasi hanya ke satu perangkat wearable dalam satu waktu. Artinya, jika notifikasi dialihkan ke jam tangan pihak ketiga, Apple Watch tidak akan menerima notifikasi tersebut.
 
Belum dapat dipastikan apakah seluruh fitur yang diuji di versi beta sudah sepenuhnya hadir di versi final, atau akan digulirkan secara bertahap melalui pembaruan berikutnya.
 
Secara keseluruhan, ketika Apple rilis iOS 26.3, pembaruan ini lebih menekankan pada stabilitas sistem, peningkatan keamanan, dan penyesuaian terhadap regulasi global khususnya di Eropa. Tidak banyak fitur besar yang bersifat revolusioner di versi ini.
 
Apple diperkirakan akan menghadirkan pembaruan yang lebih signifikan melalui iOS 26.4, dengan versi beta yang kemungkinan dirilis dalam waktu dekat. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)




TERKAIT

BERITA LAINNYA