Menurut Scott Armul, Chief Product and Technology Officer Vertiv, industri pusat data beradaptasi dengan cepat terhadap tuntutan kepadatan dan kecepatan implementasi yang dibutuhkan oleh "pabrik AI". Kekuatan lintas teknologi, termasuk densifikasi ekstrem, mendorong tren transformatif seperti arsitektur daya DC bertegangan lebih tinggi dan teknologi liquid cooling canggih.
Laporan tersebut mengidentifikasi empat faktor makro pendorong inovasi, yaitu densifikasi ekstrem yang dipercepat oleh beban kerja AI dan High-Performance Computing (HPC); skala gigawatt dengan kecepatan tinggi ketika pusat data dibangun dalam skala besar dan cepat; pusat data sebagai unit komputasi karena era AI menuntut fasilitas dioperasikan sebagai satu sistem terpadu; serta diversifikasi silikon yang mengharuskan infrastruktur pusat data fleksibel untuk beradaptasi dengan berbagai jenis chip.
Faktor-faktor ini pada gilirannya membentuk lima tren kunci, yang pertama adalah Peningkatan Daya untuk AI. Tren ini melibatkan peralihan ke arsitektur DC bertegangan lebih tinggi untuk meningkatkan efisiensi dan kepadatan daya, yang juga didukung oleh pembangkitan daya di lokasi (on-site) dan microgrids. Tren kedua adalah AI Terdistribusi.
Penerapan AI akan menjadi krusial bagi bisnis, namun cara dan lokasi layanan inferensi akan disesuaikan dengan kebutuhan, seperti pengelolaan AI privat dan hibrida melalui pusat data on-premises untuk industri yang sangat teregulasi seperti keuangan dan kesehatan.
Selanjutnya, terdapat Akselerasi Autonomi Energi. Keterbatasan ketersediaan listrik yang meluas mendorong adopsi autonomi energi jangka panjang, khususnya bagi pusat data AI, dengan strategi seperti Bring Your Own Power (and Cooling) yang diprediksi menjadi bagian dari rencana berkelanjutan.
Tren keempat adalah Desain dan Operasi Berbasis Digital Twin. Penggunaan digital twin berbasis AI memungkinkan pemetaan virtual pusat data, yang dapat mengintegrasikan infrastruktur digital kritis dan mengurangi time-to-token hingga 50%, krusial untuk pembangunan skala gigawatt.
Tren terakhir adalah Adaptive Liquid Cooling yang Tangguh. Meskipun beban kerja AI mempercepat adopsi liquid cooling, AI juga dapat digunakan untuk mengoptimalkannya. Bersama sistem pemantauan, AI dapat membuat sistem pendinginan cair lebih cerdas dan tangguh dengan memprediksi kegagalan dan mengelola komponen, sehingga meningkatkan keandalan perangkat keras bernilai tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News