LG Patenkan Layar Tanpa Poni Berkamera Depan

Lufthi Anggraeni 09 November 2018 10:22 WIB
gadgetlg
LG Patenkan Layar Tanpa Poni Berkamera Depan
LG mendaftarkan paten layar tanpa usungan desain poni, dan lubang di bagian layar untuk kamera depan.
Jakarta: Samsung bukan satu-satunya produsen smartphone asal Korea Selatan yang melakukan eksplorasi untuk menghindari desain layar berponi. Informasi terbaru menyebut bahwa LG mendaftarkan aplikasi paten baru terkait layar, serupa yang dilakukan oleh Samsung.

Situs bernama LetGoDigital dan Samsungfirst menemukan dokumen paten yang mengungkap terkit pengembangan layar penuh LG. Serupa dengan solusi Samsung, LG juga menghadirkan layar dengan lubang di layar sebagai lokasi penempatan kamera depan.

Dari gambar yang ditampilkan di dokumen, LG mencoba ide terkait dengan menghadirkan lubang di sisi kanan, tengah, dan kiri di layar. Menilai dari lubang berbentuk oval tersebut, LG diperkirakan berencana untuk menghadirkan lebih dari satu kamera, selaras dengan gambar yang dibagikan oleh leakseter Ice Universe.


 
Dokumen pendaftaran paten ini masih sebatas spekulasi awal, bahwa LG G7 mungkin akan mendukung desain layar tersebut. Bukan tidak mungkin, namun implementasi desain tersebut pada smartphone terbaru LG diprediksi tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebelumnya, LG dilaporkan mendaftarkan paten desain ponsel baru, berbekal empat buah kamera dan sensor pemindai sidik jari di bagian belakang perangkat. Desain ini didaftarkan dalam tiga versi, masing-masing hadir dengan desain sudut membulat pada layar dan bodi perangkat.

Sementara itu, Evan Blass menyebut LG tengah bersiap untuk mengungkap smartphone revolusioner karyanya pada ajang CES tahun 2019 mendatang. Produk ini akan diperkenalkan pada acara pembukaan ajang pameran teknologi besar tahunan di Amerika Serikat tersebut.

Berdasarkan informasi dokumen paten yang mendapatkan persetujuan dari US Patent and Trademark Office pada akhir tahun 2017, smartphone ini akan mengusung desain lipat secara horisontal. Desain serupa juga diterapkan Samsung pada smartphone lipatnya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.