WhatsApp menggulirkan pengaturan privasi baru untuk percakapan di grup.
WhatsApp menggulirkan pengaturan privasi baru untuk percakapan di grup.

WhatsApp Gulirkan Fitur Privasi untuk Grup Chat

Teknologi whatsapp
Lufthi Anggraeni • 04 April 2019 11:42
Jakarta: Setelah mengujinya selama beberapa waktu pada perangkat bersistem operasi iOS, WhatsApp menggulirkan pengaturan privasi baru. Pengaturan ini ditujukan untuk membantu mengendalikan grup percakapan yang tidak diinginkan.
 
Hingga saat ini, admin grup dapat menambahkan pengguna WhatsApp ke dalam grup tanpa memerlukan persetujuan pengguna lain. Satu-satunya hal yang dibutuhkan untuk menambahkan pengguna baru yaitu admin menyimpan kontak pengguna di ponselnya.
 
Sebagai bagian dari pengguliran terbarunya, pengguna WhatsApp kini dapat memilih pengguna yang dapat ditambahkan ke dalam grup. Untuk dapat mengakses fitur baru ini, pengguna hanya perlu mengakses menu Settings dalam WhatsApp dan ketuk opsi Accounts.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian ketuk Privacy, dan menu Groups akan menampilkan tiga pilihan yaitu Everyone, My Contacts atau Nobody. Opsi Nobody berarti pengguna harus menyetujui setiap penambahan pengguna di setiap grup.
 
Sedangkan Everyone akan memungkinkan pengguna mengizinkan undangan ke berbagai grup percakapan, seperti yang saat ini tersedia di aplikasi. Fitur privasi terbaru WhatsApp ini akan mulai digulirkan pada sejumlah pengguna terlebih dahulu, sebelum digulirkan secara global dalam beberapa minggu mendatang.
 
Sebelumnya, WhatsApp menggulirkan update beta versi terbaru untuk aplikasi versi Android, yaitu 2.19.86 untuk memperbaiki keterbatasan, yang hanya mampu memutar video di dalam halaman percakapan.
 
Pada versi beta ini, WhatsApp meningkatkan kemampuan mode PiP sehingga dapat berfungsi serupa dengan fitur yang tersedia pada aplikasi versi iPhone. Mode PiP lebih baik ini mampu memutar video pada jendela kecil saat pengguna menutup halaman percakapan, mengecilkan aplikasi, atau beralih ke aplikasi lainnya.
 
WhatsApp juga dilaporkan tengah menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna melihat frekuensi satu pesan dikirimkan. Update beta ke versi 2.19.80 didukung fungsionalitas baru memungkinkan pengguna mengetahui frekuensi pesan yang diterima dikirimkan.
 
Untuk dapat memperoleh informasi ini, pengguna perlu meneruskan pesan yang diterimanya, mengakses bagian info pesan, dan pengguna dapat menemukan data tersebut di bagian tersebut. Pesan yang telah diteruskan sebanyak lima kali atau lebih akan ditandai dengan gelembung menyebut “Frequently Forwarded”.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif