I Wayan Weda Dharmaja, Kepala Dinas Diskominfo. (medcom.id)
I Wayan Weda Dharmaja, Kepala Dinas Diskominfo. (medcom.id)

Tingkatkan Keamanan, Bali Pasang 500 CCTV dan IoT

Teknologi smart city internet of things
Ellavie Ichlasa Amalia • 09 April 2019 09:31
Jakarta:Sebagai tempat wisata, keamanan adalah sesuatu yang sangat penting bagi Bali. Dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan, pemerintah daerah Bali memasang ratusan kamera pengawas, yang dipusatkan di Kuta.
 
Saat ini, ada 578 kamera pengawas yang tersebar di Bali. I Wayan Weda Dharmaja, Kepala Dinas Diskominfo menjelaskan tentang bagaimana titik-titik itu dipilih.
 
"Menentukan titik-titik yang strategis untuk memasang kamera melibatkan Dinas Perhubungan, TNI, dan polisi," kata pria yang akrab dengan panggilan Weda ini dalam Milestone Integration Platform Symposium 2019 yang diadakan di Nusa Dua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Prioritas kita adalah Kuta." Dia menjelaskan, Kominfo juga memiliki data center dan command center yang mengurus semua data yang ditangkap kamera CCTV.
 
Weda mengatakan, meskipun pemerintah daerah adalah pihak yang bertanggung jawab untuk mengadakan dan memelihara kamera pengawas ini, tapi berbagai badan pemerintah lain juga bisa memanfaatkan data yang didapat.
 
Misalnya, polisi bisa meminta rekaman video untuk mencari tersangka atau Dinas Perhubungan bisa memantau keadaan lalu lintas via ratusan kamera yang ada.
 
Tingkatkan Keamanan, Bali Pasang 500 CCTV dan IoT
 
"Kepolisian bisa memantau video yang ditangkap kamera kita," kata Weda. "Mereka bisa jadi merespons dengan lebih cepat."
 
Dia juga mengatakan, polisi dan Kominfo sering bekerja sama untuk menyelidiki berbagai kasus. Salah satu manfaat yang dirasakan oleh kepolisian berkata adanya kumpulan kamera pengawas adalah mereka bisa mengatasi kriminalitas dengan lebih cepat.
 
"Kalau dulu, polisi harus menunggu laporan. Sekarang, jika ada orang yang mengganggung wisatawan dan tertangkap kamera, orang itu bisa ditangkap besok atau hari itu juga," ujar Weda.
 
Dia membandingkan, sebelum adanya kamera pengawas, kepolisian dan pecalang (polisi tradisional Bali) hanya bisa bergerak jika ada laporan dari korban.
 
Selain ditampilkan di command center, video yang ditangkap oleh kamera pengawas juga bisa dilihat melalui smartphone. Namun, tidak semua orang memiliki hak untuk melihat video itu. Video juga dilindungi oleh password.
 
Selain itu, Weda menegaskan, rekaman ini dilindungi oleh enkripsi. Tujuannya adalah untuk mencegah video yang direkam dipublikasikan ke situs publik seperti YouTube."Kamera pengawas jika disalahgunakan bisa mengganggu privasi orang lain," kata Weda.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif