Ilustrasi: GEP
Ilustrasi: GEP

Teknologi Demi Pengalaman Ritel Tanpa Hambatan

Teknologi operasi zebra corporate
Mohammad Mamduh • 25 April 2019 18:30
Jakarta: Dalam dunia ritel, menciptakan pengalaman belanja yang lancar bagi konsumen merupakan hal yang penting, dan perjalanan belanja pelanggan yang bebas hambatan semakin diharapkan di kalangan pebisnis ritel.
 
Namun, hal ini dapat sulit diwujudkan di tengah anggaran yang terbatas, serta meningkatnya ekspektasi dan tekanan pembeli melalui sistem belanja “Click and Collect”.
 
Digitalisasi telah membangkitkan keinginan akan sebuah pengalaman pelanggan yang sempurna, dan pengalaman belanja online terus memberikan informasi mengenai selera belanja pelanggan dalam interaksi di toko offline.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tuntutan yang terus berubah ini mendorong para pebisnis ritel untuk memanfaatkan teknologi pintar dan Internet of Things secara lebih baik demi membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih personal, menarik, dan berpusat pada hubungan.
 
Inovasi terbaik lahir dari kebutuhan, dan memang ada banyak kebutuhan di sektor ritel. Perubahan terus-menerus yang banyak didokumentasikan dari sektor ini telah mendorong para pebisnis ritel dari segala lini dan skala untuk meninjau kembali strategi mereka dan berkembang dengan cepat guna mengimbangi demografi pelanggan yang beragam.
 
Berbelanja tanpa hambatan berarti menghilangkan segala sesuatu yang tidak menambah nilai dan memberi pengaruh negatif dalam berbelanja.
 
Keluhan yang umum disampaikan terkait hambatan saat berbelanja di dalam toko di antaranya adalah antrian saat membayar, informasi stok yang lama diperoleh atau tidak ada sama sekali, serta proses mencetak bon atau mengakses kartu toko yang memakan waktu.
 
Pada intinya, keluhan tersebut menyangkut segala sesuatu yang membuat pengalaman berbelanja di toko, yang sudah memakan lebih banyak waktu dibandingkan belanja online, menjadi hal yang melelahkan.
 
Titik-titik masalah ini, meskipun subjektif, merupakan hambatan dalam membuat pengalaman belanja menjadi lebih menyenangkan bagi pelanggan dan lebih menguntungkan bagi perusahaan ritel. Yang mengkhawatirkan, ternyata bukan hanya pembeli yang menyadari masalah ini.
 
Global Shopper Study yang dilakukan Zebra, yang mensurvei pegawai toko, pengambil keputusan, dan pembeli, menunjukkan bahwa 42 persen pegawai toko memiliki sedikit waktu untuk membantu pembeli karena adanya tekanan untuk menyelesaikan tugas-tugas lain.
 
Sebanyak 28 persen lainnya mengklaim sulitnya mendapatkan informasi untuk membantu pembeli. Namun, dua pertiga (66 persen) pegawai toko ritel yang disurvei menyakini bahwa jika mereka diperlengkapi dengan tablet, mereka dapat memberikan layanan pelanggan yang lebih baik dan meningkatkan pengalaman berbelanja.
 
Para pengusaha ritel harus merencanakan untuk berinvestasi dalam teknologi yang menangani setiap titik masalah ini dan menempatkan pembeli tepat di pusat pengalaman berbelanja.
 
Perbedaan antara pengalaman berbelanja yang positif dan negatif begitu tipis. Terlalu banyak hambatan membuat pengalaman belanja menjadi negatif. Terlalu sedikit gesekan atau tidak ada interaksi sedikit pun berisiko mengurangi pengalaman berbelanja sama sekali.
 
Bagaimana pun juga, keindahan dari berbelanja di toko fisik adalah mengenai pengalaman dan penginderaan, seperti nuansa pakaian, bau makanan dan interaksi manusia. Di sinilah fungsi Gesekan Positif.
 
Gesekan positif adalah tentang memastikan interaksi yang tepat terjadi di waktu dan tempat yang tepat guna memberikan pengalaman yang terpersonalisasi. Misalnya, pemberian kupon belanja untuk membeli coklat favorit pelanggan saat mereka berada di dekat area toko atau diskon untuk sebotol sampanye menjelang hari ulang tahun pelanggan.
 
Demikian pula, akses cepat mengenai informasi stok atau menerima jawaban atas pertanyaan melalui perangkat atau karywan saat dibutuhkan merupakan manfaat yang besar. Kemampuan ini sejalan dengan temuan dari Global Shopper Survey yang menemukan bahwa 51 persen pembeli merasa lebih terhubung dengan smartphone mereka daripada dengan karyawan toko.
 
Hal ini bukan berarti pegawai toko tidak diperlukan lagi; mereka hanya perlu diperlengkapi dengan lebih baik. Sebagaimana yang diungkapkan oleh survei Global Shopper Study, dengan perangkat di tangan, baik pembuat keputusan di industri ritel (83 persen) maupun pegawai toko ritel (74 persen) meyakini bahwa karyawan penjualan yang diperlengkapi dalam hal teknologi akan memberikan layanan yang lebih baik.
 
Akan tetapi, dengan adanya pengumpulan data, privasi, kepercayaan, dan keamanan menjadi faktor yang menentukan. Hal-hal tersebut dikembangkan menjadi inti dari PS20 yang memungkinkan pengusaha ritel untuk mengumpulkan data yang unik untuk pelanggan tertentu dan mengubahnya menjadi wawasan berharga tentang kebiasaan, kebutuhan dan preferensi.
 
Hal ini seharusnya tidak lagi dilihat sebagai ancaman terhadap anonimitas pribadi oleh pembeli, melainkan diterapkan seiring pebisnis ritel berupaya untuk memastikan bahwa mereka menawarkan berbagai pilihan dan promosi yang paling relevan guna memfasilitasi pengalaman berbelanja terbaik.
 
Ada banyak hal baru di depan bagi para pengecer, termasuk Kecerdasan Buatan yang akan terus memaksa evolusi pengalaman ritel bagi para pengusaha ritel, karyawan dan pembeli. Ada juga sejumlah besar peluang dan optimisme.
 
Pengusaha ritel perlu membangun strategi yang lebih luwes dan fleksibel. Dan ya, akan ada lebih banyak disrupsi bagi toko-toko tradisional. Akan tetapi, meskipun mungkin toko-toko akan menjadi lebih sedikit, pengalaman berbelanja di toko ritel jauh dari mati. Memang, hal ini hanya berarti bahwa peran toko berubah. Ada banyak contoh inovasi yang terjadi yang menjanjikan penemuan kembali dan investasi ulang guna menciptakan pengalaman berbelanja yang positif.
 
Ada banyak kisah sukses yang bisa ditemukan, dan masih banyak kisah sukses yang akan terjadi. Jadi, sementara sektor ritel perlu memperbaiki keseimbangan saat ini, keadaan perubahan yang terus-menerus ini tidak akan bertahan selamanya. Sementara itu, terdapat teknologi-teknologi yang sangat pintar di luar sana untuk membantu menavigasi dan beradaptasi melewati era yang luar biasa ini.
 
(Lim Fang How, Regional Director Southeast Asia, Zebra Technologies)
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif