MediaTek menyebut tidak akan menjual chipset 5G secara ilegal kepada Huawei.
MediaTek menyebut tidak akan menjual chipset 5G secara ilegal kepada Huawei.

MediaTek Berpeluang Pasok Chip ke Huawei

Lufthi Anggraeni • 04 Juni 2020 09:45
Jakarta: Pada bulan Januari 2019, Huawei berencana mengakhiri tahun sebagai manufaktur smartphone teratas dunia. Huawei telah mengapalkan 205 juta perangkat kala itu, dan lini P30 dan Mate 30 diperkirakan akan menjadi kontributor terbesar untuk perusahaan tersebut.
 
Namun pada pertengahan bulan Mei, U.S Commerce Department, dengan alasan keamanan, menempatkan Huawei dalam daftar hitm. Hal ini mencegah perusahaan asal Tiongkok tersebut mengakses rantai pemasok Amerika Serikat, dengan alokasi biaya sebesar USD18 miliar (Rp255,3 triliun) pada tahun 2018.
 
Saat ini, Huawei mampu menemukan solusi untuk menggantikan sebagian besar pemasok asal Amerika Serikat, meski laporan Phone Arena menyebut Huawei kesulitan dalam mencari pengganti Google.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketidakmampuannya untuk mengakses Google Mobile Services mencegah ponsel Huawei menggunakan aplikasi Google seperti Search, Maps, Gmail, YouTube, Drive, Play Store, dan lainnya.
 
Masalah lain Huawei kini merambah ke soal chip 5nm lebih canggih yang dikabarkan akan diproduksi pada awal tahun 2021, dan akan mendukung lini P50. Nikkei Asian Review melaporkan bahwa Huawei telah mempersiapkan stok chip selama dua tahun, namun chip tersebut tidak dirancang untuk handset.
 
Chip yang ditimbun Huawei ini merupakan chip buatan Intel dan chip yang dapat diprogram karya perancang Xilinx untuk BTS dan bisnis penyimpanan cloud karya Huawei. Sebagai informasi, Huawei merupakan pemasok peralatan jaringan terdepan di dunia.
 
Pekan lalu, Huawei dilaporkan akan beralih ke perancang chip MediaTek guna membeli chip 5G tercanggihnya. Ironisnya, MediaTek juga mempercayakan proses manufaktur chip tersebut kepada TSMC, dan menyematkan merek mereka sebelum menjualnya kepada Huawei.
 
Laporan yang beredar di Tiongkok menyebut perwakilan MediaTek menyatakan perusahaannya tidak akan melanggar hukum atau mengompromikan regulasi dengan menjual chip TSMC kepada Huawei. Namun, GizmoChina melaporkan bahwa Huawei dan MediaTek tengah berdiskusi untuk memasok Huawei dengan chipset Dimensity.
 
Chipset Dimensity tersebut dilaporkan termasuk chip modem 5G terintegrasi. Sebagai hasilnya, MediaTek berpeluang menjadi pemasok chip terbesar Huawei untuk ponsel high-end, menggantikan unit HiSilicon karya Huawei.
 
Kemungkinan lainnya dalam jangka panjang adalah SMIC, manufaktur terbesar Tiongkok. Meskipun saat ini, sebagian besar chip canggih yang dapat SMIC tawarkan menggunakan proses 14nm, proses yang digunakan untuk memproduksi chip Kirin 710A baru Huawei untuk ponsel kelas menengahnya.
 
SMIC disebut akan menggunakan node 7nm hingga 8nm namun tertahan oleh kegagalan membenamkan peralatan lithography canggih.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif