Kurir Makanan Uber Lebih Laris Ketimbang Antar Jemput Orang

Cahyandaru Kuncorojati 27 Desember 2017 13:15 WIB
ubertransportasi berbasis aplikasi
Kurir Makanan Uber Lebih Laris Ketimbang Antar Jemput Orang
Layanan food delivery milik Uber, UberEats, hingga saat ini baru hadir di 30 negara.
Jakarta: Uber dikenal sebagai penyedialan layanan teknologi ride sharing. Mereka juga punya unit bisnis lain, salah satunya layanan kurir makanan UberEats.

Tidak seperti layanan ride sharing yang hadir hampir di tiap negara yang dijejaki Uber, UberEats hanya hadir di negara tertentu saja. Menariknya, menurut Business Insider bisnis UberEats jauh lebih bertumbung ketimbang layanan ride-sharing.

General Manager UberEats London Toussaint Wattinne menjelaskan bisnis layanan UberEats jauh lebih besar dari Uber ride-sharing di 19 kota besar di Eropa. UberEats sendiri telah beroperasi di 30 negara dan Inggris menjadi salah satu pasar terbesar mereka.


"Di Inggris kami telah bermitra dengan lebih dari 8.000 restoran dan restoran di sini telah merasakan dampak dari teknologi dan bantuan layanan kami terhadap bisnis mereka. London sendiri termasuk dalam kota yang paling aktif menggunakannya," jelas Wattine.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu Uber telah kehilangan lisensi untuk beroperasi di London tapi hal ini hanya menimpa layanan ride-sharing Uber. UberEats disebutkan Wattine tumbuh pesat di 40 kota yang tersebar di Inggris. Sayangnya Wattine tidak menjabarkan persis finansial dari bisnis UberEats.

"Sejauh ini, bisnis kami sangat sehat terlepas dari anggapan bahwa layanan ini memiliki margin yang kecil. Tapi, bagi kami pasarnya potensial sehingga bisnisnya tumbuh sehat," ungkap Wattine. Bahkan dia meyebutkan UberEats akan dibuat aplikasi sendiri terpisah dari aplikasi utama Uber.

Di Inggirs UberEats memiliki kompetitor serius, Deliveroo. Perbedaan yang jelas adalah Deliveroo menyediakan dapur khusus bagi restoran yang bermitra untuk menerima pesanan khusus lewat Deliveroo.

"Kami tidak akan ikut menyediakan dapur sendiri karena kami bukan ahli di bidang terseubt. Keahlian kami adalah di teknologi dan layanan logistik. Makanya kami akan menyediakan aplikasi khusus untuk UberEats demi menghadirkan pengalaman food delivery yang baru dan berbeda," jelas Wattine.

Setidaknya hal ini menjadi kabar baik bagi Uber, setelah sepanjang tahun 2017 layanan ini dilanda banyak masalah tidak hanya di layanan, tapi di jajaran pejabat perusahaannya. 



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.