Smart Tag diklaim Samsung mampu melacak keberadaan perangkat seperti ponsel, tablet atau perangkat wearable, dengan radius jangkauan sejauh 120 meter. Mengusung ukuran kecil dan ringkas, Smart Tag dilengkapi dengan lubang di bagian bodinya.
Melalui lubang tersebut, pengguna dapat memasangkan Smart Tag di gantungan kunci ataupun tali untuk menyimpan kartu identitas. Pengguna dapat menghubungkan perangkat ini dengan ponsel atau perangkat lain melalui aplikasi Samsung SmartThings.
Saat pengguna tidak dapat menemukan perangkat elektronik, aplikasi SmartThings akan memunculkan pemberitahuan ketika berhasil melacak perangkat. Samsung SmartThings memanfaatkan teknologi Bluetooth Low Energy (BLE) untuk melacak perangkat.
Smart Tag juga akan mengeluarkan suara sehingga pengguna dapat mencari sumber suara guna menemukan perangkat yang hilang atau terselip. Selain itu, Smart Tag juga dapat dimanfaatkan sebagai remote kendali untuk perangkat IoT di rumah pengguna.
Dengan Smart Tag, pengguna dapat mengaktifkan TV, robot penyedot debu, atau perangkat rumah cerdas karya Samsung lainnya. Namun, Smart Tag hanya dapat berfungsi di perangkat Samsung, sehingga pengguna ponsel merek lain tidak dapat memanfaatkan fungsi alat ini.
Smart Tag akan mulai dipasarkan pada tanggal 29 Januari 2021 mendatang, seharga USD29,99 (Rp421.000). Selain itu, Samsung juga akan merilis satu model Smart Tag yang mendukung fitur Ultra Wideband (UWB).
Perangkat ini berfungsi memantulkan sinyal ke ponsel sehingga perangkat hilang dengan jarak cukup jauh dapat terdeteksi secara akurat. Smart Tag versi UWB ini akan dipasarkan sebagai Smart Tag Plus, dengan harga USD39,99 (Rp562.000).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News