Unika Atma Jaya luncurkan aplikasi pembelajaran untuk mahasiswa
Unika Atma Jaya luncurkan aplikasi pembelajaran untuk mahasiswa

Unika Atma Jaya Luncurkan Aplikasi Pembelajaran untuk Mahasiswa

Teknologi teknologi aplikasi
Mohammad Mamduh • 05 November 2019 10:28
Jakarta: Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya meluncurkan program microlearning dengan topik pembelajaran “Financial Crisis and Disruption” melalui aplikasi bernama Gnowbe di Jakarta.
 
Bekerja sama dengan Knowledge Catalyst, perusahaan teknologi pendidikan (EdTech) berbasis di Singapura dan Jakarta, Unika Atma Jaya menyediakan media pembelajaran yang mudah diakses melalui smartphone yang melekat dengan generasi milenial.
 
Peluncuran microlearning ini diklaim sebagai respons dengan perkembangan teknologi yang telah membuat terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang seperti pendidikan dan keuangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada bidang keuangan, saat ini masyarakat mengenal teknologi finansial (tekfin) yang mengubah cara bekerja dan berbisnis. Berbagai perusahaan tekfin bermunculan, begitu juga dengan metode pembayaran dan berinvestasi yang semakin mudah.
 
Sedangkan pada bidang pendidikan, saat ini kegiatan belajar dan mengajar mulai mengadopsi teknologi. Teknologi kini membuat wajah media pembelajaran menjadi baru.
 
“Perubahan teknologi membawa dampak terutama terhadap bidang keuangan dan pendidikan. Untuk itu, sebagai Universitas, kita juga harus mengikuti pergerakannya dengan mengadopsi teknologi sebagai media pembelajaran," kata Rektor Unika Atma Jaya Dr. A. Prasetyantoko.
 
Hal ini juga disetujui CEO Knowledge Catalyst, Rudy Rahardjo. “Kerja sama Knowledge Catalyst dengan Unika Atma Jaya mempunyai misi menggunakan dan mengembangkan teknologi baru untuk pemerataan pembelajaran. Kami juga turut mendukung dunia pendidikan dalam mempersiapkan lulusan yang dibutuhkan di masa depan.”
 
Knowledge Catalyst menawarkan solusi untuk penerbitan dan verifikasi Dokumen berbasis Teknologi Blockchain berkolaborasi dengan menggunakan framework OpenCerts – sebuah inisiatif dari Government Technology Agency of Singapore – untuk membantu institusi pendidikan dan badan akreditasi menerbitkan sertifikat, ijazah dan transkrip dengan menggunakan teknologi Blokchain.
 
Ini diklaim dapat menghindarkan pemalsuan dokumen dan mempermudah perusahaan dalam melakukan verifikasi untuk dokumen calon karyawan.
 
Topik microlearning “Financial Crisis and Disruption,” mempunyai tiga topik utama yang dibahas yaitu kaitan antara disrupsi dan krisis finansial, memahami lebih dalam industry 4.0, dan pengaruh hal tersebut dalam bisnis kedepannya dan yang akan terjadi terhadap economy of blockchain.
 
Pembelajaran microlearning melalui aplikasi Gnowbe dapat diunduh melalui Apple Appstore dan Google Play Store. Kelebihan utama aplikasi ini adalah materi pembelajaran sangat mobile friendly, mengikuti kebiasaan penggunaan media generasi milenial.
 
Mereka dapat memelajari materi, dengan teknik pembelajaran dipecah sesuai fokus dalam durasi sekitar 10 menit. Para peserta bukan hanya mahasiswa tapi juga umum, bahkan lintas negara yang memungkinkan terjadinya transfer knowledge dan networking antar peserta dalam forum diskusi yang juga disediakan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif