Perbandingan foto asli (kiri) dan foto yang sudah diedit (kanan).
Perbandingan foto asli (kiri) dan foto yang sudah diedit (kanan).

Foto Narsis di Media Sosial Bisa Sebabkan Gangguan Mental

Ellavie Ichlasa Amalia • 18 Februari 2019 09:21
Jakarta: Fotografer John Rankin Waddell membuat proyek baru yang bernama Selfie Harm. Melalui proyek ini, dia ingin melihat bagaimana media sosial memengaruhi generasi muda melihat diri mereka. 
 
Rankin mengambil foto sekumpulan remaja dari umur 13 tahun sampai 19 tahun lalu meminta mereka untuk mengedit foto itu menggunakan aplikasi selfie yang ditujukan untuk remaja.
 
Hasilnya, para remaja itu berusaha untuk membuat foto mereka mirip dengan idola mereka, membuat mata mereka terlihat lebih besar, hidung lebih kecil, kulit lebih cerah. 

Proyek ini dibuat bersama badan M&C Saatchi dan MTArt sebagai bagian dari Visual Diet, yang mempelajari bagaimana foto seseorang memengaruhi kesehatan mentalnya. Dalam program itu, foto asli seseorang akan dibandingkan dengan foto yang telah diedit, lapor Engadget
 
Fenomena tersebut disebut sebagai dismorfia Snapchat. Para ahli menganggap ini sebagai bagian dari BDD (Body Dsymorphic Disorder).
 
Ini disebabkan oleh aplikasi-aplikasi pengedit foto seperti Facetune, SelfieCity, dan lain sebagainya memungkinkan pengguna untuk melakukan perubahan besar-besaran sehingga seseorang terlihat sama sekali lain. 
 
"Apa yang bisa Anda lakukan di aplikasi-aplikasi ini jauh lebih bnayak dari apa yang bisa dilakukan oleh pengguna Photoshop ahli," kata Rankin pada Bored Pada.
 
"Ini adiktif, sangat menarik, dan Anda bisa bersenang-senang untuk mengubah tampilan Anda. Ini akan menjadi masalah kesehatan mental ketika seseorang berusaha untuk membuat identitas alternatif yang lebih 'baik' di media sosial."
 
Ranking percaya, masalah ini tidak hanya disebabkan oleh media sosial, tapi juga industri periklanan, yang menampilkan para model sebagai sosok yang sangat ideal.
 
Negara seperti Prancis bahkan telah membuat peraturan yang memaksa industri untuk menandai foto yang telah diubah. Tujuannya adalah untuk melawan kesehatan mental dan gangguan makan (eating disorder). 
 
Visual Diet ingin menunjukkan efek buruk foto narsis di media sosial. Selain itu, mereka juga berusaha untuk membuktikan bahwa foto yang memiliki arti bisa memberikan dampak yang baik. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA