Tim Shinta VR
Tim Shinta VR

Shinta VR Terpilih Sebagai Technology Pioneer 2022 oleh World Economic Forum

Teknologi startup virtual reality
Cahyandaru Kuncorojati • 11 Mei 2022 15:51
Jakarta: Shinta VR terpilih menjadi salah satu “Technology Pioneer” oleh World Economic Forum di antara ratusan kandidat lainnya dari seluruh dunia.
 
Didirikan pada tahun 2016, Shinta VR mengklaim telah menangani lebih dari 120 proyek AR/VR di lebih dari 12 negara. Sejak awal berdiri, Shinta VR berkomitmen penuh untuk menghadirkan dampak positif bagi kebutuhan bisnis maupun masyarakat lewat teknologi imersif.
 
Saat ini, mereka mengaku bersiap untuk menjadi perusahaan metaverse global yang berfokus menghadirkan real-world utilities untuk tujuan yang berdampak positif dan berguna bagi masyarakat luas.
 
Technology Pioneer World Economic Forum adalah kumpulan perusahaan berkembang dari seluruh dunia yang terlibat dalam penggunaan teknologi dan inovasi baru yang siap memberikan dampak signifikan bagi bisnis dan masyarakat.
 
Dengan terpilihnya Shinta VR sebagai Technology Pioneer, Andes Rizky sebagai Founder dan Managing Director Shinta VR akan diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan, acara, dan diskusi World Economic Forum sepanjang tahun 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Shinta VR juga akan berkontribusi dalam inisiatif Forum selama dua tahun ke depan, bekerja sama dengan para pemimpin global untuk membantu mengatasi berbagai isu penting di industri dan masyarakat.
 
“Kami senang menyambut Shinta VR bergabung dalam kelompok Technology Pioneer 2022,” ucap Saemoon Yoon, Community Lead, Technology Pioneer, World Economic Forum.
 
“Kami menantikan kontribusi mereka di World Economic Forum dengan komitmennya untuk membangun keadaan dunia yang lebih baik.”
 
“Kami percaya bahwa teknologi imersif akan memberikan manfaat yang lebih besar jika mampu menerapkannya untuk menciptakan dampak di masyarakat serta harus dapat diakses oleh semua orang,” kata Founder dan Managing Director Shinta VR, Andes Rizky.
 
Selain di Shinta VR, Andes juga aktif sebagai Chairman Indonesia VR/AR Association (INVRA). INVRA mendorong perkembangan industri immersive technology di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya membangun fundamental industri bersama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk merumuskan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
 
Untuk pertama kalinya, lebih dari sepertiga perusahaan Technology Pioneer yang terpilih dipimpin oleh perempuan, jauh di atas rata-rata industri saat ini. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari seluruh belahan dunia sehingga menciptakan komunitas global yang nyata.
 
Para peraih Technology Pioneer tahun ini mencakup perusahaan rintisan dari 30 negara, dan untuk pertama kalinya, Vietnam, Rwanda, dan Republik Ceko turut terwakilkan.
 
Keberagaman perusahaan-perusahaan ini juga mencakup ke inovasi-inovasi yang mereka hadirkan. Perusahaan Technology Pioneer tahun ini akan membentuk masa depan dengan memajukan teknologi seperti AI, IoT, robotika, blockchain, bioteknologi, dan banyak lagi.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif