Lonjakan terbesar terlihat pada pemanfaatan generative AI, yang meningkat 52% dibanding tahun lalu, dengan 61% responden menyatakan sudah menggunakan atau sedang mengevaluasi teknologi tersebut. Selain itu, AI agents mulai dilirik, di mana 42% perusahaan sedang mengeksplorasi dan 21% sudah menerapkannya.
AI terbukti memberikan dampak nyata terhadap kinerja finansial. Sebanyak 64% perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan tahunan lebih dari 5% berkat AI, bahkan 29% di antaranya mencatat kenaikan di atas 10%. Dari sisi penghematan biaya, 61% responden menyebutkan adanya penurunan lebih dari 5%, dengan 25% berhasil menekan biaya hingga di atas 10%.
Efisiensi operasional juga meningkat di 52% perusahaan, sementara 48% menilai produktivitas karyawan terdongkrak berkat penerapan AI. Kasus penggunaan yang paling banyak memberikan keuntungan antara lain deteksi penipuan, manajemen risiko, perdagangan algoritmik, pemrosesan dokumen, serta interaksi dengan pelanggan.
Open source muncul sebagai faktor strategis dalam pengembangan AI di sektor finansial. Sebanyak 84% responden menilai model dan perangkat lunak open source sangat penting untuk strategi mereka.
Dengan open source, perusahaan dapat menyesuaikan AI terhadap data keuangan internal sekaligus menghindari ketergantungan pada vendor tertentu. Para ahli menekankan bahwa kombinasi model open source dengan data proprietary akan menjadi kunci diferensiasi produk di pasar.
Hampir seluruh institusi keuangan berencana meningkatkan atau mempertahankan anggaran AI pada tahun mendatang. Fokus investasi meliputi optimalisasi workflow AI, ekspansi kasus penggunaan, serta pembangunan infrastruktur AI baik di cloud maupun on-premises. Menariknya, 22% perusahaan menyatakan akan mulai menerapkan AI agents dalam waktu satu tahun.
Selain itu, survei menegaskan bahwa data proprietary dianggap sebagai aset strategis yang dapat digunakan untuk melatih dan menyesuaikan model AI, sehingga menghasilkan produk yang lebih relevan dan kompetitif. Dengan demikian, arah investasi menunjukkan bahwa AI bukan hanya alat efisiensi, tetapi juga fondasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif di industri jasa keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News