Mengutip Gizmochina, teknologi ini dipandang sebagai lompatan signifikan dalam kualitas visual TV layar datar, terutama untuk tampilan warna dan kontras tinggi. Panel QD-OLED terbaru ini memanfaatkan struktur quantum dot (titik kuantum) bersama teknologi OLED.
Teknologi ini mengusung piksel berkemampuan masing-masing memancarkan cahaya tanpa memerlukan backlight, sehingga menghadirkan hitam yang dalam sekaligus tingkat kecerahan luar biasa tinggi.
Pendekatan kecerahan panel ini menggabungkan kekuatan pemancaran individu dari komponen merah, hijau, dan biru (RGB), secara efektif meningkatkan jangkauan warna sekaligus kecerahan secara keseluruhan dibandingkan panel OLED tradisional.
Samsung menegaskan bahwa pencapaian 4.500 nits ini membuat panel tersebut sangat unggul dalam kondisi pencahayaan ruangan terang sekalipun, sekaligus memberikan kontras dan gambar berwarna hidup tanpa kehilangan detail.
Angka ini jauh melebihi panel OLED standar yang umumnya berada di bawah 2.000 nits, menjadikan inovasi ini sebagai tolok ukur baru dalam teknologi tampilan TV premium. Teknologi QD-OLED pada dasarnya menggabungkan keunggulan quantum dots dan OLED.
Quantum dots memungkinkan peningkatan volume warna dan efisiensi cahaya, sedangkan OLED memberikan keuntungan warna hitam yang dalam dan respon piksel cepat. Panel yang diumumkan Samsung ini mengoptimalkan kombinasi tersebut untuk mencapai kecerahan ekstrem sekaligus menjaga kualitas gambar tanpa mengorbankan akurasi warna.
Perbedaan utama QD-OLED dengan panel OLED umumnya terletak pada cara memproduksi dan mengelola cahaya. QD-OLED menekankan pemanfaatan titik kuantum untuk memaksimalkan output cahaya berwarna murni, berbeda dengan sistem white OLED plus color filter yang digunakan oleh merek lain.
Pendekatan Samsung ini mendukung reproduksi warna lebih luas dan lebih cerah. Selain pencapaian puncak kecerahan, panel QD-OLED terbaru ini juga disebut kompatibel dengan teknologi optimasi gambar berbasis kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini memungkinkan TV menyesuaikan kualitas tampilan secara otomatis berdasarkan konten yang ditampilkan maupun kondisi cahaya di ruangan, sehingga setiap adegan dapat terlihat lebih optimal.
Hal ini dinilai penting untuk memberikan pengalaman menonton lebih imersif, terutama untuk konten HDR dan sinematik. Kemampuan AI di bidang ini diperkirakan akan dimanfaatkan pada jajaran TV Samsung kelas atas yang direncanakan meluncur pada tahun 2026, terutama model dengan panel QD-OLED generasi terbaru ini.
Samsung Display akan menampilkan panel QD-OLED 4.500 nits ini di booth resmi mereka pada CES 2026, yang berlangsung dari tanggal 6 Januari hingga 9 Januari 2026 di Las Vegas, Nevada, AS. Selain TV, perusahaan juga menyiapkan demonstrasi berbagai konsep OLED lain yang mengintegrasikan teknologi AI.
Konsep tersebut termasuk perangkat display inovatif untuk robot, OLED untuk mobil, serta layar beresolusi tinggi untuk perangkat Extended Reality (XR). Demonstrasi tersebut juga mencakup pengujian ketahanan dan durabilitas panel OLED.
Pengujian tersebut seperti uji ketahanan dengan robot yang memantulkan bola basket pada sejumlah panel lipat, menunjukkan komitmen Samsung dalam menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih secara visual tetapi juga tangguh dalam penggunaan nyata.
Pengenalan panel QD-OLED dengan kecerahan ekstrem ini menempatkan Samsung dalam posisi kompetitif terhadap produsen lain, termasuk mereka yang menggunakan teknologi OLED tradisional maupun panel layar lainnya.
Panel yang sangat terang sangat berguna terutama untuk konten HDR, serta untuk penggunaan di ruangan dengan banyak pencahayaan ambient. Dengan kecerahan setinggi ini, Samsung membuka potensi baru dalam pengalaman menonton hiburan dan film, dengan detail gambar dapat ditampilkan secara lebih kaya dan tajam.
Hal ini juga menjadi tantangan bagi kompetitor untuk mengejar standar baru dalam teknologi tampilan TV premium di 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News