Sesi Fireside Chat Tencent Cloud Indonesia AI Executive Day
Sesi Fireside Chat Tencent Cloud Indonesia AI Executive Day

Hanya Butuh 4,5 Bulan Buat Satukan Sistem untuk 73 Juta Pelanggan, Caranya?

Mohamad Mamduh • 14 Juli 2026 19:54
Ringkasnya gini..
  • XLSmart saat ini melayani lebih dari 73 juta pengguna aktif di sektor mobile, home broadband, hingga layanan digital korporasi.
  • XLSmart saat ini melayani lebih dari 73 juta pengguna aktif di sektor mobile, home broadband, hingga layanan digital korporasi.
  • Dengan rampungnya konsolidasi dasar, perusahaan kini dapat mengalihkan fokus dan energi mereka untuk menelurkan lebih banyak inovasi.
Jakarta: Proses konsolidasi infrastruktur teknologi pasca-merger sering kali menjadi momok menakutkan bagi perusahaan skala besar. XLSmart, entitas hasil merger raksasa telekomunikasi antara XL Axiata dan Smartfren yang terbentuk pada April 2025, sukses memigrasikan seluruh arsitektur sistemnya ke Tencent Cloud hanya dalam waktu 4,5 bulan, dengan catatan zero downtime.
 
Keberhasilan ini diungkapkan langsung dalam sesi fireside chat pada acara Tencent Cloud Indonesia AI Executive Day di Jakarta. Hadir sebagai pembicara utama, Yessie D. Yosetya, Chief Information Officer XLSmart, bersama Poshu Yeung, Head of Tencent Cloud International.
 
XLSmart saat ini melayani lebih dari 73 juta pengguna aktif di sektor mobile, home broadband, hingga layanan digital korporasi. Mereka dihadapkan pada realitas pasca-merger yang kompleks: harus mengonsolidasikan lebih dari 60 aplikasi kritis, mengintegrasikan kembali 1.200 microservices, mengelola lebih dari 1.000 API, serta menjamin keamanan 15 terabyte data inti perusahaan.

Yang membuat proyek ini kian berisiko adalah fakta bahwa aplikasi-aplikasi yang dimigrasikan tersebut merupakan tulang punggung bisnis yang menghasilkan hampir 50% dari total pendapatan perusahaan dan bersentuhan langsung dengan puluhan juta pelanggan.
 
“Dalam skenario merger, tugas pertama seorang CIO adalah melakukan konsolidasi. Namun, bagi kami ini juga menjadi peluang untuk modernisasi dan rasionalisasi,” ujar Yessie. Ia menekankan bahwa dalam evaluasi pemilihan mitra, kemampuan eksekusi dengan gangguan minimum bagi pelanggan menjadi metrik yang paling krusial.
 
Di sinilah teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dari Tencent Cloud mengambil peran sentral. Otomasi AI mulai bekerja sejak fase awal, yaitu discovery, untuk memetakan visibilitas total dari seluruh lanskap sistem yang rumit. Selanjutnya, AI digunakan untuk menyusun dokumentasi sistem secara otomatis yang menjadi basis kerja bagi perkakas (tooling) migrasi.
 
Proses transfer kode program dan perpindahan antarbasis data berjalan mulus berkat bantuan kecerdasan buatan. Terakhir, pada fase pengujian sebelum sistem masuk ke tahap produksi (vulnerable production), AI mengotomatisasi ribuan skenario regression testing yang mustahil dikerjakan secara manual dalam waktu singkat.
 
Pemanfaatan AI tooling ini membawa dampak efisiensi yang sangat masif bagi kedua belah pihak. Dari sisi Tencent Cloud, implementasi AI berhasil menghemat hingga 60% sumber daya manusia (headcount resources) yang dialokasikan untuk memandu jalannya migrasi. Sementara bagi XLSmart, proyek raksasa yang secara normal bisa memakan waktu tahunan ini berhasil dipangkas siklus hidup end-to-end-nya hingga 75% lebih cepat.
 
Efisiensi waktu ini memberikan keuntungan strategis yang besar bagi XLSmart. Dengan rampungnya konsolidasi dasar, perusahaan kini dapat mengalihkan fokus dan energi mereka untuk menelurkan lebih banyak inovasi baru bagi pelanggan, termasuk melanjutkan proyek migrasi sistem Big Data dan analitik mereka yang saat ini masih berjalan bersama Tencent Cloud.
 
Poshu menegaskan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat vital bagi Tencent Cloud karena ditopang oleh populasi raksasa serta pertumbuhan unicorn lokal yang subur. Tencent Cloud berkomitmen menjadi mitra yang siap mendampingi lewat pendekatan Forward Deployment Engine—membangun inovasi secara langsung di lapangan bersama mitra lokal.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA