Dikutip dari TechCrunch, baru-baru ini, sejumlah percakapan dan dokumen dari Claude, chatbot AI buatan Anthropic, sempat muncul di hasil pencarian Google. Masalah ini pertama kali ramai setelah pengguna Reddit menemukan pencarian tertentu di Google dapat menampilkan tautan percakapan Claude yang dibagikan secara publik.
| Baca juga: Claude Sonnet 4.5, Model AI yang Lebih Mirip Rekan Kerja |
Beberapa percakapan yang ditemukan disebut berisi informasi pribadi, mulai dari catatan kesehatan, dokumen perusahaan internal, hingga data kontak anak-anak. Artinya, sesuatu yang awalnya hanya ingin dibagikan ke orang tertentu bisa saja berakhir terlihat lebih luas.
Sebenarnya, fitur berbagi percakapan Claude dibuat agar pengguna bisa membagikan hasil chat kepada teman, rekan kerja, atau komunitas. Namun, ketika sebuah tautan dibuka untuk publik, konten tersebut memiliki risiko ditemukan oleh pihak lain melalui internet.
Temuan tersebut membuat pengguna kembali diingatkan bahwa percakapan AI bisa mengandung informasi sensitif jika pengaturan privasi tidak diperhatikan.
Anthropic menjelaskan bahwa percakapan hanya muncul di mesin pencari jika pengguna sebelumnya membagikan tautan tersebut di tempat yang dapat diakses publik, seperti forum atau media sosial.
"Kami memberikan pengguna kendali untuk membagikan percakapan Claude mereka secara publik. Kami tidak menyediakan direktori obrolan atau peta situs kepada mesin pencari," ujar juru bicara Anthropic.
Setelah laporan tersebut muncul, hasil pencarian yang sebelumnya menampilkan percakapan Claude dilaporkan sudah tidak lagi ditemukan. Namun, kasus ini menjadi pengingat bahwa teknologi AI juga membawa tantangan baru soal keamanan data.
Juru bicara Google, Ned Adriance, mengatakan kepada TechCrunch baik Google maupun mesin pencari lainnya tidak mengontrol halaman mana yang dipublikasikan di web, dan halaman-halaman ini diindeks di banyak mesin pencari.
"Kami memberi pemilik situs kendali yang jelas untuk memutuskan apakah halaman dapat di-crawl atau diindeks, dan kami selalu menghormati arahan tersebut.” tegas dia.
Tahun lalu, Forbes melaporkan masalah serupa di mana ratusan obrolan Claude diindeks oleh mesin pencari — pada saat itu, Google memperkirakan telah mengindeks kurang dari 600 percakapan sebelum halaman-halaman tersebut menghilang dari hasil pencarian.
Seberapa dekat paparan saat ini dengan skala tersebut belum dikonfirmasi secara independen, meskipun beberapa pengguna melaporkan menemukan percakapan bersama melalui jenis kueri pencarian Google yang sama yang digunakan untuk menampilkan cache tahun lalu.
Juga tahun lalu, 404 Media melaporkan bahwa seorang peneliti mampu mengikis sekitar 100.000 percakapan ChatGPT yang telah diatur untuk dibagikan secara publik.
Alhasil Ini bukan pertama kalinya percakapan AI muncul di mesin pencari. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi pada layanan AI lain ketika pengguna membagikan chat secara terbuka dan akhirnya dapat ditemukan publik.
Bagi pengguna AI, pelajarannya sederhana: jangan memasukkan data sensitif ke chatbot dan jangan asal klik tombol "share". Sebelum membagikan percakapan AI, cek kembali apakah isinya mengandung informasi pribadi, data pekerjaan, atau dokumen yang seharusnya tetap privat.
Untuk pengguna Claude, percakapan yang memiliki tautan publik dapat diperiksa melalui menu Settings → Privacy → Shared Chats.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda