Foto: Kaspersky
Foto: Kaspersky

83% Warga Indonesia Percaya Diri Deteksi Penipuan Online Sendiri

Mohamad Mamduh • 16 Januari 2026 13:09
Jakarta: Sebuah riset terbaru dari perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, mengungkapkan adanya gap besar antara tingkat kepercayaan diri dan tindakan perlindungan riil yang dilakukan pebelanja online di Indonesia.
 
Studi ini menyoroti bahwa 83% pebelanja daring di Indonesia yakin mereka mampu mendeteksi penipuan secara mandiri. Angka ini jauh melampaui rata-rata global yang berada di angka 65%.
 
Meskipun memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, data survei menunjukkan bahwa hanya 58% pengguna di Indonesia yang benar-benar mengakui menggunakan solusi keamanan khusus untuk melindungi pembayaran dan memblokir tautan phishing. Situasi ini dinilai sebagai risiko besar. Secara global, Kaspersky telah mengidentifikasi hampir 6,7 juta serangan phishing yang menyamar sebagai toko online, sistem pembayaran, dan perbankan selama setahun terakhir.

Protokol keamanan mandiri yang paling umum diadopsi meliputi kewaspadaan terhadap tanda-tanda peringatan, seperti hyperlink mencurigakan atau desain situs web yang tidak biasa (65% secara global) dan verifikasi keaslian penjual (62% secara global). Namun, para ahli Kaspersky menekankan bahwa praktik tersebut hanyalah strategi perlindungan dasar, bukan pencegahan penipuan komprehensif yang disediakan oleh solusi keamanan.
 
Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, berkomentar bahwa pebelanja online secara konsisten menjadi target paling diinginkan oleh penipu, terutama selama periode diskon.
 
"Sangat mengkhawatirkan bagaimana penipu sekarang menggunakan AI untuk membuat upaya phishing yang lebih canggih dan tertarget sehingga semakin sulit dikenali oleh pengguna biasa,” ujarnya.
 
Untuk melindungi diri dari ancaman yang terus berkembang, Kaspersky merekomendasikan praktik keamanan berikut:
1. Jangan pernah menyimpan detail kartu kredit lengkap di situs web kecuali benar-benar diperlukan.
 
2. Pertimbangkan untuk menggunakan kartu debit terpisah khusus untuk pembelian online dan atur peringatan transaksi.
 
3. Berhati-hatilah terhadap "penjualan kilat/flash sale" yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Waspadai situs web yang menekan Anda untuk membuat keputusan cepat, dan berhati-hatilah terhadap penjual yang menolak pengembalian atau penukaran.
 
4. Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun online dan aktifkan otentikasi dua faktor jika memungkinkan.
 
5. Terapkan solusi keamanan dengan komponen anti-phishing yang kuat.
 
Kewaspadaan adalah kunci, tetapi untuk perlindungan digital yang menyeluruh terhadap penipuan siber yang canggih, menggunakan solusi keamanan khusus sangatlah penting.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan