5G Jadi Fokus Qualcomm Tech Summit

Ellavie Ichlasa Amalia 04 Desember 2018 11:35 WIB
qualcomm
5G Jadi Fokus Qualcomm Tech Summit
Qualcomm akan umumkan hal baru tentang 5G.
Maui: Qualcomm akan mengadakan Tech Summit ketiga di Maui, Hawaii pada tanggal 4-6 Desember. Menurut Managing Marketing and PR, Qualcomm South East Asia, Domunikus Susanto acara kali ini akan membahas tiga topik, yaitu 5G, mobile platform baru, dan juga platform untuk PC.

"Tahun lalu, belum banyak ngomong soal 5G, lebih fokus ke pengumuman Snapdragon 845 dan Always Connected PC. Sekarang, 5G sudah menjadi kenyataan," kata Susanto. "Sudah ada 20 OEM yang memiliki komitmen untuk mengembangkan ponsel 5G dengan Qualcomm."

Dia merasa, operator di beberapa negara telah siap untuk menggelar jaringan 5G. Sayangnya, operator dari Indonesia tidak termasuk dari itu. "5G kita masih uji coba. Memang pasti banyak uji coba, 4G juga begitu," katanya.


Susanto menyebutkan, teknologi 5G seolah dipercepat untuk hadir. Qualcomm meluncurkan Snapdragon X50 dalam acara 4G/5G Summit di Hong Kong pada 2016.

Ketika itu, modem tersebut diklaim telah dapat mencapai kecepatan hingga 5Gbps. Memang, kecepatan yang jauh lebih tinggi merupakan salah satu keunggulan jaringan 5G jika dibandingkan dengan 4G.

"Ada keuntungan lain, yaitu latensi rendah. Jika kecepatan tinggi, tapi latensti tinggi, maka tidak akan jadi real-time," kata Susanto. "Ada solusi yang butuh latensi kecil, seperti perangkat Internet of Things. Misalnya untuk mengendalikan lampu lalu lintas secara real-time."

Untuk penggunaan jaringan 5G, Susanto merasa bahwa jaringan 5G akan bisa digunakan pada smartphone ataupun sebagai landasan industri.

Sementara itu, di Indonesia, baik Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ataupun Telkomsel merasa bahwa jaringan 5G sejatinya tidak akan digunakan untuk konsumen, tapi untuk industri.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyebutkan bahwa ada lima industri yang sudah siap untuk menggunakan jaringan 5G, yaitu makanan dan minuman, elektronik dan otomotif, kimia, textil, dan sepatu.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.