
Google mengatakan, situs mereka tidak diretas. Menurut pendiri Vaksin.com Alfons Tanujaya, yang menimpa Google hanya pengalihan DNS. "Itup un hanya pada beberapa ISP saja. Hal ini mengingatkan pada insiden situs presidensby.info yang juga mengalami pengalihan DNS," katanya dalam siaran pers, 7 Oktober.
Alfons menjelaskan, Secara teknis memang betul server google.co.id dan server presidensby.info saat itu aman dan tidak diretas. Tetapi banyak pengakses tidak mengetahuinya, seperti tampak dalam komentar mereka di bawah ini.

Nah, jika suatu saat Anda mendapat peringatan keamanan ketika hendak membuka situs tertentu, sebaiknya memang berhati-hati. Jika mengabaikan peringatan, bukan tidak mungkin Anda akan diarahkan ke situs phising.
"Yang perlu dicegah adalah ekses negatif dari pengalihan DNS ini seperti instalasi malware atau phishing yang mengincar kredensial atau transaksi e-commerce / internet banking," kata Alfons.
Lebih jauh, Alfons melihat kejadian ini tak terlepas dari ekses negatif penggunaan DNS lokal. Pemerintah memang mewajibkan perusahaan jasa internet untuk memblokir konten pornografi, karena itu akses terhadap DNS publik, seperti Open DNS dan DNS Google juga ditutup.
"Namun hal ini harusnya diikuti dengan administrasi dan pengamanan DNS server ISP yang mumpuni sehingga terhindar dari ekses negatif lainnya. Salah satunya adalah kasus google.co.id," katanya.
"Jika pengalihan situs terjadi pada situs e-commerce, seperti situs belanja online atau internet banking, kerugian finansial yang diakibatkan akan luar biasa dan sebagai catatan saja, secara tidak langsung administrator server DNS berperan dalam aksi kriminal ini."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News