Perangkat ini diperkirakan akan diluncurkan pada akhir bulan Maret ini atau awal April mendatang. GSM Arena juga melaporkan, Microsoft Surface Book 2 akan ditawarkan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan pendahulunya. Ia akan dihargai mulai USD1.000 (Rp13,3 juta).
Harga lebih terjangkau ini merupakan dampak dari keputusan Microsoft untuk tidak menghadirkan desain 2-in-1 pada perangkat tersebut. Sehingga, perangkat ini hanya dapat digunakan sebagai notebook tradisional dan tidak bisa dimanfaatkan sebagai tablet.
Keputusan untuk tidak menjadikan Surface Book 2 sebagai perangkat hibrida juga didasarkan pada pertimbangan Microsoft untuk menjadikan desain 2-in-1 sebagai ciri khas lini Surface Pro. Tujuannya adalah untuk menghindari benturan antara kedua lini tersebut.
Selama tahun 2016, Microsoft dilaporkan hanya mampu menjual sebanyak 500 ribu unit Surface Book. Sehingga argumen yang menyebut Surface Book memengaruhi penjualan Surface Pro masih diragukan kebenarannya.
Tingginya harga Surface Book generasi awal juga dinilai menjadi salah satu alasan rendahnya permintaan dari konsumen. Microsoft dilaporkan menargetkan untuk mendistribusikan 1,2 - 1,5 juta unit Surface Book Pro pada tahun 2017 ini. Sementara untuk Surface Pro, Microsoft menargetkan penjualan sebanyak 6 juta unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News