Fitur "pengumpulan dana pribadi" ini akan diluncurkan dalam waktu beberapa minggu ke depan untuk pengguna Amerika Serikat. Ia hanya bisa digunakan oleh pengguna yang telah berumur 18 tahun ke atas.
Orang yang bisa mengakses fitur ini akan dapat membuat halaman Facebok tersendiri yang berisi informasi tentang penggalangan dana, seperti tujuan donasi. Dari halaman ini, mereka bisa mendapatkan uang.
The Verge menyebutkan, fitur ini sama persis dengan GoFundMe, yang merupakan situs untuk mengumpulkan uang untuk kepentingan pribadi. Perbedaan situs ini dengan fitur pada Facebook adalah pengguna Facebook dapat memasangkan profil mereka, sehingga orang-orang bisa tahu tentang orang yang memerlukan dana. Kemampuan untuk membagikan halaman ini langsung ke Facebook juga akan membantu.

Facebook berkata, pada awalnya, fitur ini hanya akan dapat membantu pengguna untuk mendapatkan pendanaan untuk 6 hal, yaitu biaya edukasi, medis, biaya medis untuk binatang peliharaan, bantuan untuk krisis dan bencana alam, masalah darurat pribadi dan bantuan untuk keluarga orang yang meninggal.
Perusahaan media raksasa ini menyebutkan, di masa depan, mereka mungkin akan menambahkan kategori baru. Namun, saat ini, mereka akan membatasi tujuan pendanaan karena mereka harus memeriksa orang-orang yang hendak mengumpulkan dana. Salah satunya dengan menggunakan moderator.
Facebook berkata, mereka tidak mendapatkan keuntungan dari tool ini, tapi itu bukan berarti pengumpul dana mendapatkan semua uang yang terkumpul. Mereka tetap harus memberikan 6,9 persen dari total dana yang dikumpulkan dan USD0.30 (Rp4 ribu) per donasi.
Uang tersebut merupakan bayaran untuk pemprosesan, pemeriksaan orang yang hendak mengumpulkan dana dan perlindungan terhadap penipuan. Sebagai perbandingan, GoFundMe mengambil 7,9 persen juga USD0.30 per donasi.
Selain itu, Facebook juga mulai membiarkan halaman yang telah terverifikasi untuk menambahkan tombol donasi. Facebook pertama kali menyediakan fitur donasi untuk aman pada 2015. Fitur untuk pengguna pribadi sekarang ini adalah terusan dari itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News