Intel menjelaskan bahwa prosesor ini dirancang dengan arsitektur Cypress Cove yang membawa peningkatan kinerja IPC hingga 19 persen dengan jumlah core paling banyak tetap 8-core padahal kompetitornya, AMD, bisa menawarkan hingga 16-core
Menariknya, prosesor desktop Intel Core Generasi ke-19 bisa menyajikan peningkatan kinerja dibandingkan generasi sebelumnya dengan tetap mengandalkan fabrikasi 14nm. Di prosesor desktop AMD Ryzen 5000 Series sudah mengusung fabrikasi 7nm.


Prosesor desktop Intel Core Generasi ke-11 hadir dengan grafis Intel UHD dari arsitektur Intel Xe Graphic. Kemampuan lain yang dibawa adalah dukungan langsung (native) untuk memori atau RAM DDR4 3200 tanpa overclocking.

Di varian tertinggi tersedia Intel Core Generasi ke-11 Core i9 -11900K yang menyediakan performa hingga 5,3GHz dengan spesifikasi 8-cpre/16-thread. Di presentasi yang dibagikan Intel, performanya bisa menyalip kompetitornya yaitu AMD Ryzen 5900X.


Peningkatan kinerja atau performa juga tidak cuma dijumpai pada varian tertinggi prosesor Intel Core Generasi ke-11. Di presentasi Intel mengenai performa Intel Core Generasi ke-11 Core i5-11600K diklaim memiliki peningkatan signifikan dari prosesor varian yang Intel Core Generasi ke-10.
Intel sendiri tidak memberikan tanggal pasti ketersediaan produk dan harga ritel untuk Indonesia. Di global, harga untuk varian tertinggi prosesor Intel Core Generasi ke-11 Core i9-11900K dibanderol USD539 atau sekitar Rp7,7 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News