Pengembang Viveport dimungkinkan untuk menghadirkan iklan video, iklan banner, video 360 dan iklan video layar besar bersimulasi, ke dalam pengalaman virtual untuk pengguna. Selain itu, iklan juga dapat diintegrasikan sebagai bagian dari skenario dalam aplikasi atau ditampilkan di pertengahan atau di akhir konten.
Pada unggahan di halaman pengembang Viveport, HTC menyebut periklanan yang muncul pada lingkungan VR tidak hanya dapat menghadirkan impresi lebih efektif, juga dapat mendeteksi pandangan mata pengguna perangkat saat iklan ditampilkan, seperti yang dilaporkan ArsTechnica.
Jika dibandingkan dengan impresi iklan pada umumnya, konten iklan VR yang disaksikan pengguna melalui perangkat VR dinilai tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pengguna karena menyasar target pengguna yang tepat, juga dapat mendeteksi efektivitas siaran iklan.
Untuk saat ini, HTC menyebut iklan VR tersebut hanya akan berfungsi pada aplikasi yang tersedia pada toko aplikasi Viveport, dan tidak akan berdampak pada aplikasi dan game VR yang diperoleh dari toko virtual Steam.
Sebelumnya HTC juga mengungkap keseriusannya untuk membawa teknologi virtual reality ke ranah pendidikan. Baru-baru ini perusahaan teknologi tersebut mengumumkan sebuah bundel khusus untuk kacamata VR HTC Vive.
Keseriusan di ranah VR juga ditunjukan HTC dengan menjual pabrik di Shanghai, Tiongkok, guna meningkatkan investasi di bidang tersebut. Fasilitas tersebut dibeli oleh Xingbao Information Technology seharga CNY630 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News