Mengutip Engadget, AIKON dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan peramban internet pada Nokia 6300 versi orisinal. Perangkat tersebut hanya mendukung jaringan 2G dan perambannya tidak mendukung protokol keamanan internet yang lebih baru dari TLS 1.0. Kondisi ini membuat Nokia 6300 kesulitan mengakses sebagian besar situs web modern.
AIKON menjadi solusi alternatif dengan menghubungkan perangkat lawas ke chatbot melalui server perantara. Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak perlu mengandalkan peramban bawaan Nokia 6300 untuk berinteraksi dengan layanan AI.
Aplikasi ini awalnya bernama Claude S40 dan hanya mendukung chatbot Claude. Karşıyakalı kemudian memperluas kompatibilitas aplikasi ini ke beberapa layanan AI lain dan mengganti namanya menjadi AIKON, yang merupakan kata Nokia jika dieja terbalik.

AIKON Menghubungkan Nokia Lawas ke Chatbot
AIKON dirancang untuk perangkat Nokia yang menjalankan sistem operasi S40 atau S60. Agar dapat digunakan, pengguna membutuhkan server berbasis Go untuk menyimpan kunci API dari penyedia layanan AI, seperti Anthropic, Google, OpenAI, atau SpaceX.Server tersebut berperan sebagai penghubung antara perangkat Nokia dan chatbot. Saat pengguna mengirim permintaan, server meneruskannya ke layanan AI terkait, kemudian mengolah respons menjadi blok berukuran 8 KB agar dapat dibaca oleh perangkat lawas.
Pendekatan ini memungkinkan feature phone dengan kemampuan hardware terbatas berkomunikasi dengan layanan AI modern. Namun, pengguna perlu menyiapkan penagihan berbasis token melalui API penyedia layanan.
Artinya, penggunaan chatbot berpotensi menimbulkan biaya tambahan, bergantung pada layanan dan jumlah pemakaian. AIKON tidak mengubah Nokia 6300 menjadi smartphone modern atau mengganti sistem operasi aslinya.
Aplikasi ini memanfaatkan server dan layanan eksternal untuk menghadirkan fungsi chatbot pada perangkat yang sejak awal tidak dirancang untuk menjalankan teknologi AI. Karena itu, kemampuan AIKON juga bergantung pada ketersediaan jaringan seluler kompatibel, server perantara, akses API, dan layanan chatbot yang digunakan.
Mendukung Teks, Foto, dan Pesan Suara
Kendati berjalan pada perangkat lawas, AIKON menyediakan beberapa fungsi untuk mempermudah interaksi dengan chatbot. Aplikasi ini memiliki mode membaca yang dapat diakses melalui tombol pintasan khusus pada keypad.Fitur tersebut dirancang agar respons chatbot lebih nyaman dibaca di layar Nokia 6300 dengan ukuran 240 x 320 piksel. Pengguna juga dapat menyimpan respons chatbot ke kartu memori untuk dibaca kembali secara offline.
Fitur ini berguna saat pengguna ingin mengakses jawaban tertentu tanpa perlu terhubung kembali ke layanan AI, meskipun penyimpanan tersebut tidak berarti chatbot dapat digunakan sepenuhnya tanpa koneksi internet.
AIKON turut mendukung pengiriman foto untuk dianalisis oleh chatbot. Selain itu, pengguna dapat mengirim pesan suara dengan durasi maksimal 30 detik. Untuk mengubah suara menjadi teks, aplikasi memanfaatkan model OpenAI yang menangani proses speech-to-text.
Pada sisi server, AIKON menyimpan pesan hingga 30 hari. Aplikasi ini mendukung delapan bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, Portugis, Prancis, Jerman, Rusia, Indonesia, dan Turki. Karşıyakalı juga merilis AIKON sebagai software open source.
Dengan demikian, pengembang lain dapat mempelajari kode, mengembangkan fungsi tambahan, atau membantu memperbaiki aplikasi tersebut. Kendati menawarkan kemampuan baru, AIKON tetap memiliki keterbatasan.
Respons chatbot harus disesuaikan dengan kemampuan layar dan sistem pada perangkat lawas. Penggunaan layanan AI juga bergantung pada server serta API pihak ketiga, sehingga pengalaman pengguna dapat dipengaruhi oleh koneksi, biaya, dan ketersediaan layanan.
Keterbatasan Jaringan 2G Masih Menjadi Tantangan
Salah satu hambatan terbesar untuk menggunakan AIKON adalah jaringan seluler. Nokia 6300 versi orisinal merupakan feature phone 2G. Dukungan aplikasi tidak dapat mengatasi masalah saat jaringan yang dibutuhkan perangkat sudah tidak tersedia.AIKON tidak dapat digunakan di Amerika Serikat setelah T-Mobile mematikan jaringan GSM 2G lamanya pada bulan Agustus 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa kompatibilitas software saja tidak cukup untuk menghidupkan kembali perangkat lawas jika infrastruktur jaringan sudah dihentikan.
Masalah lain berasal dari peramban bawaan Nokia 6300 yang hanya mendukung TLS 1.0. Setelah sejumlah perusahaan teknologi besar mendorong penghentian dukungan terhadap standar tersebut pada 2020, semakin sedikit situs web modern yang masih mendukung koneksi TLS 1.0.
Engadget mengutip perkiraan bahwa kurang dari 25 persen situs web mendukung koneksi tersebut pada pertengahan tahun 2025. AIKON menawarkan jalan alternatif untuk mengakses chatbot tanpa bergantung pada peramban lama.
Kendati demikian, aplikasi ini tidak memperbarui kemampuan jaringan 2G ataupun memperbaiki dukungan protokol keamanan pada peramban bawaan. Pengguna Nokia lawas di luar Amerika Utara dapat mengunjungi repositori AIKON di GitHub dan mengikuti petunjuk instalasi yang disediakan pengembang.
Keberhasilan penggunaan tetap bergantung pada perangkat yang kompatibel, jaringan seluler yang masih beroperasi, konfigurasi server, serta akses API chatbot. Kehadiran AIKON memperlihatkan bahwa hardware lama masih dapat memperoleh fungsi baru melalui software dan layanan cloud.
Namun, proyek ini lebih tepat dipandang sebagai eksperimen untuk memperpanjang kegunaan feature phone daripada pengganti smartphone modern.