Menkominfo memastikan bahwa Kemkominfo berperan aktif dalam mewujudkan ibukota baru cerdas.
Menkominfo memastikan bahwa Kemkominfo berperan aktif dalam mewujudkan ibukota baru cerdas.

Kemkominfo Pastikan Aktif Wujudkan Smart City Ibu Kota Baru

Teknologi kominfo teknologi smart city
Lufthi Anggraeni • 28 Oktober 2019 18:57
Jakarta: Pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur menjadi fokus pemerintahan Kabinet Indonesia Maju, termasuk pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengaku mendukung hal ini.
 
“Kementerian ini pasti memberikan dukungan untuk bersama-sama, dengan kementerian lainnya yang terkait, untuk memastikan smart capital city nanti di ibu kota yang baru,” ujar Menkominfo Johnny G. Plate.
 
Johnny memastikan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengambil bagian dan berperan aktif guna memastikan ibu kota baru sehingga menjadi kota yang padat dengan teknologi informasi dan menjadi kota cerdas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Johnny menyebut, upaya Kemkominfo juga perlu mendapat dukungan dari pemerintah daerah guna memungkinkan instansinya untuk mencapai target sebagai kota cerdas.
 
Kemkominfo mengklaim akan memfasilitasi pemerintah daerah untuk menjadikan ibu kota menjadi kota padat teknologi digital.
 
Dukungan sebagai ibu kota cerdas ini disebut Johnny masih harus dibicarakan, tidak sekadar menyoal teknologi, namun juga menyoal model pembiayaan.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Ahmad M. Ramli menambahkan bahwa Kemkominfo masuk ke dalam tim persiapan ibu kota baru di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
 
Kemkominfo bertugas untuk mempersiapkan infrastruktur telekomunikasi di Penajam Paser Utara, lokasi ibu kota baru Indonesia. Ramli menyebut pengaturan untuk infrastruktur telekomunikasi di ibu kota baru ini lebih mudah karena tidak akan membutuhkan banyak tower Base Transceiver Station (BTS).
 
Sebab di wilayah ibu kota baru, pemerintah berencana untuk menghadirkan rumah dalam bentuk apartemen dan bukan rumah tapak atau landed house. Hal ini diklaim Ramli mempermudah pemasangan BTS, sebab tidak memerlukan tiang atau tower lokasi penyematan alat transmisi tersebut.
 
Perwujudan kota cerdas ini disebut Johnny akan lebih cepat jika pendanaan yang digelontorkan pemerintah cukup. Karenanya, Johnny menyebut saat ini pemerintah tengah mencari solusi menyoal mekanisme pembiayaan.
 
Jika dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), lanjut Johnny, pemerintah juga perlu memikirkan menyoal prioritas. Johnny mengaku telah diingatkan secara khusus oleh Presiden menyoal APBN.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif