Ilustrasi.
Ilustrasi.

Mengenal Digital Twin dalam Transformasi Digital

Teknologi teknologi transformasi digital
Ellavie Ichlasa Amalia • 24 Juni 2019 18:22
Jakarta:Membangun infrastruktur seperti bandara, jalan tol, atau stadion sepak bola bukanlah hal yang sederhana. Ada banyak pihak yang terlibat di dalamnya, mulai dari desainer, teknisi, hingga kontraktor.
 
Ini membuat proses pembangunan dan perawatan infrastruktur menjadi rumit. Bentley Systems mengklaim ingin mempermudah semua pihak yang terlibat dalam pembangunan dan perawatan infrastruktur.
 
"Kami telah beroperasi di Indonesia selama puluhan tahun. Dengan booming-nya proyek infrastruktur di Jakarta, kami ingin menyediakan teknologi yang sesuai untuk semua pihak untuk menyelesaikan proyek dengan lebih cepat dan lebih aman," kata Bhupinder Singh, Chief Product Officer, Bentley Systems.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bentley Systems merupakan perusahaan multinasional yang bekerja sama dengan perusahaan dan pemerintah dari berbagai negara. Singh mengungkap, ini memungkinkan mereka untuk menawarkan solusi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi di sebuah negara.
 
Singh mencontohkan, Bentley Systems membantu Malaysia untuk mengembangkan MRT. Kini, pemerintah Indonesia juga tengah membangun MRT. Mereka bisa membantu pemerintah Indonesia untuk mengetahui metode dan perusahaan terbaik untuk mengembangkan MRT.
 
"Solusi kami digunakan di berbagai negara, jadi kami bisa memberitahu solusi terbaik yang bisa digunakan," ujar Singh.
 
"Kami bisa memberitahukan masalah yang terjadi di negara lain, sehingga klien kami akan bisa mempelajarinya dan tidak membuat kesalahan yang sama."
 
Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Bentley Systems adalah iTwin. Seperti namanya, iTwin akan membuat "kembaran" digital dari sebuah infrastruktur. Tidak berhenti di situ, solusi ini juga akan menyalin proses, sistem, atau proses engineering pada infrastruktur tersebut. Dengan begitu, pengguna tidak hanya bisa melihat model dari infrastruktur yang diinginkan, tapi juga mengerti cara kerjanya.
 
Menariknya, informasi pada iTwin akan bisa diperbarui, disinkronkan berdasarkan perubahan yang terjadi secara real-time. Perubahan pada model bisa didasarkan pada berbagai sumber, seperti sensor atau survei secara terus menerus. Tujuannya untuk memastikan bahwa model infrastruktur yang ada memang merepresentasikan keadaan sebenarnya pada saat itu.
 
Singh mengatakan, penggunaan solusi dari Bentley Systems memungkinkan klien mereka untuk menghemat tidak hanya uang, tapi juga waktu dalam menyelesaikan sebuah proyek. Hanya saja, persentase uang atau waktu yang dihemat dalam sebuah proyek biasanya berbeda-beda. Solusi Bentley Systems juga bisa digunakan untuk membuat simulasi, memastikan keamanan dari sebuah proyek.
 
Salah satu klien Bentley Systems di Indonesia adalah PT Wijaya Karya (WIKA) yang dipercaya untuk membangun perlindungan atas tanah longsor pada jalan antara Bogor dan Cianjur yang terkena dampak tanah longsor. Dalam proyek senilai USD2,9 juta itu, WIKA dapat menghemat waktu dalam menangkap gambar dari kawasan jalan berkat drone dan ContextCapture.
 
Sementara untuk mengambil informasi dan membuat model dari kawasan jalan yang memiliki luas 12,8 hektar, WIKA hanya memakan waktu satu hari. Sebagai perbandingan, metode normal biasanya memakan waktu satu minggu. Penggunaan metode ini juga mengurangi risiko kecelakaan karena penggunaan drone.
 
Menggunakan data dari ContextCapture, WIKA dapat membuat model 3D dari perlindungan tanah longsor pada jalan dalam waktu 10 hari. Sementara jika mereka menggunakan metode tradisional, mereka akan membutuhkan waktu satu bulan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif