Samsung merespon keluhan pengguna Galaxy S10 dan S10+ terkait sensor pemindai sidik jari di layar.
Samsung merespon keluhan pengguna Galaxy S10 dan S10+ terkait sensor pemindai sidik jari di layar.

Sensor Sidik Jari Galaxy S10 Bermasalah, Samsung Rilis Update

Lufthi Anggraeni • 18 Maret 2019 10:09
Jakarta: Samsung Galaxy S10 dan Galaxy S10+ hadir dengan sensor pemindai sidik jari ultrasonik yang tertanam di layar. Sensor ini diklaim lebih cepat dan lebih akurat jika dibandingkan dengan sensor yang ada pada smartphone lainnya.
 
Namun, sejumlah pengguna menemukan permasalahan terkait dengan sensor baru ini dan telah melaporkannya kepada Samsung. Kini, Samsung merespons keluhan pengguna tersebut, seperti yang dilaporkan Phone Arena.
 
Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menyebut bahwa dalam beberapa kesempatan, sejumlah pengguna Galaxy S10 menilai sensor pemindai sidik jari mereka tidak berfungsi dengan baik.

Menurut Samsung, sebagian besar permasalahan ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kering atau jari pengguna yang sangat kering. Kemungkinan lainnya adalah jika pengguna memiliki goresan di sidik jari mereka.
 
Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Samsung menyebut baru saja menggulirkan update untuk Galaxy S10 dan Galaxy S10+. Update ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi sensor pemindai sidik jari pada smartphone unggulan terbaru Samsung tersebut.
 
Guna mencegah dan menyelesaikan permasalahan lain yang muncul di masa depan, Samsung berjanji untuk menyediakan update selanjutnya. Tujuannya, memperbaiki kinerja sensor pemindai sidik jari tersebut.
 
Tidak semua pengguna mengalami permasalahan ini, tapi secara umum, para pengguna menyebut bahwa sensor pemindai sidik jari dapat menyuguhkan performa terbaik saat layar tidak menggunakan pelindung layar.
 
Pengguna Galaxy S10 dan S10+ yang masih mengalami permasalahan dengan performa sensor pemindai sidik jari ini disarankan untuk melepaskan pelindung layar atau menunggu hingga menerima update yang digulirkan Samsung untuk permasalahan ini.
 
Tahun ini, Samsung juga memperkenalkan ponsel lipat pertamanya, Galaxy Fold. Sebelum ponsel itu tersedia di pasar, Samsung dilaporkan hendak membuat perangkat yang menyatukan kategori perangkat smartphone dan smartwatch. Dugaan ini muncul dari paten terbaru Samsung.
 
Berbeda dengan Galaxy Fold yang dilipat secara horizontal, perangkat pada paten ini ditampilkan berkemampuan ditekuk secara vertikal. Dengan desain perangkat ini, pengguna akan mendapatkan akses ke perangkat berukuran tinggi dan dapat menggunakannya seperti smartphone pada umumnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA