?Perusahaan asal Tiongkok bernama Fortsense menemukan cara menempatkan sensor di panel LCD.
?Perusahaan asal Tiongkok bernama Fortsense menemukan cara menempatkan sensor di panel LCD.

Perusahaan Tiongkok Patenkan Pemindai Sidik Jari di Bawah LCD

Lufthi Anggraeni • 29 April 2019 13:26
Jakarta: Pemindai sidik jari telah berpindah tempat dari bodi perangkat ke bawah layar untuk menghadirkan ruang lebih luas di layar. Namun sensor ini hanya dapat ditempatkan di bagian bawah panel OLED.
 
Sebab, panel OLED merupakan satu-satunya panel layar yang memungkinkan cahaya melaluinya untuk dapat melengkapi proses pemindaian. Kini, perusahaan asal Tiongkok bernama Fortsense, menemukan cara untuk menempatkan sensor di panel LCD.
 
GSM Arena melaporkan bahwa Fortsense berharap produsen smartphone akan mengadopsi teknologi ini pada akhir tahun 2019 mendatang. Menurut bocoran foto dari presentasi marketing, Fortsense menemukan cara yang memungkinkan cahaya melalui LCD.

Cara yang dipatenkan Fortsense agar pemindai sidik jari dapat membaca garis pada jari di panel LCD tersebut melibatkan membran spesifik, ditempatkan di antara lapisan layar. Dengan demikian, sensor dapat membaca garis di jari yang diletakan dalam 160 posisi berbeda.
 
Menemukan cara agar pemindai di bagian bawah layar LCD dapat menghadirkan perbedaan untuk perangkat low-end dan menengah. Sebab sebagian besar perangkat di segmen ini masih mengandalkan panel layar LCD.
 
Fortsense dilaporkan dapat menemukan cara ini dengan menggunakan pendekatan yang dibantu oleh algoritma. Dengan mengadopsi algoritma jaringan neural pembelajaran mendalam terbaru, sensor dapat mengenali sidik jari yang ditempelkan di layar LCD.
 
Tingkat pengenalan sidik jari ini juga diklaim dapat dibandingkan dengan kemampuan sensor pemindai sidik jari kapasitif. Jika dibandingkan dengan dengan pemindai sidik jari pada layar OLED, keuntungan sensor pemindai jari di layar LCD adalah biaya produksi yang lebih terjangkau.
 
Meskipun demikian, solusi ini diperkirakan akan membutuhkan waktu lama untuk dapat diaplikasikan pada terminal cerdas. Direktur Produk Xiaomi Wang Teng menyebut peluang kehadiran perangkat dengan dukungan solusi tersebut pada tahun ini tidak besar.
 
Sementara itu sebelumnya, Global VP Xiaomi mengunggah tweet teaser terkait dengan perangkat Xiaomi terbarunya, diperkirakan akan menggunakan Snapdragon 730 dan diyakini sebagai Xiaomi Mi A3.
 
Sementara itu, General Manager Lu Weibing memberikan teaser melalui jejaring sosial Weibo, salah satunya menjawab pertanyaan terkait cara menghadapi Huawei. Lu mengakui, melawan Huawei dengan pengalaman lebih banyak bukan hal mudah bagi Xiaomi.
 
Meskipun demikian, Lu menyebut Xiaomi akan terus belajar dari Huawei dan berusaha untuk memperbaiki performanya. Dia juga menganggap setiap perusahaan menawarkan hal berbeda kepada penggunanya, baik produk maupun strategi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA