Huawei. (Nikkei)
Huawei. (Nikkei)

Diblokir AS, Huawei: Mereka Gagal Menjadi Pemimpin 5G Dunia

Teknologi huawei telekomunikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 02 Desember 2018 14:19
Jakarta: Huawei terus mendapatkan penolakan dari berbagai negara, terutama sekutu Amerika Serikat. Mereka tegas memblokir teknologi telekomunikasi dan jaringan perusahaan asal Tiongkok dengan alasan takut dimata-matai.
 
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC Amerika Serikat, Rotating Chairman CEO Huawei Eric Xu akhirnya angkat bicara dan menunjukkan tidak takut dengan gelombang pemblokiran yang dimulai oleh Amerika Serikat.
 
"Huawei sebagai pemimpin teknologi 5G tidak memiliki kesempatan untuk memberikan layanan serta solusi 5G bagi konsuen di Amerika Serikat. Kini saya ragu bahwa mereka bisa mencapai target untuk menjadi negara pemimpin di dunia dalam teknologi 5G," tutur Xu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perlu diketahui bahwa sikap penolakan terhadap teknologi telekomunikasi dan jaringan Huawei di Amerika Serikat sebetulnya sudah ditunjukkan sejak 2012. Xu mengklaim bahwa penolakan atau pemblokiran ini akan berdampak serius bagi pasar maupun konsumen negara tersebut.
 
"Tanpa partisipasi pemimpin tekonologi 5G (Huawei), tanpa persaingan sepenuhnya maka perusahaan telekomunikasi harus mengeluarkan biaya lebih besar dalam pengembangan jaringan 5G," ungkapnya.
 
"Konsumen harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan layanan 5G yang kualaitasnya tidak sebaik ayanan 5G di pasar lain yang kehadiran pemain terdepan (Huawei)," imbuh Xu.
 
Xu sendiri tampaknya sangat sadar dengan ketegangan antara dua negara yakni Amerika Serikat dengan Tiongkok sebagai rumah Huawei yang banyak disebut dilatarbelakangi politik ketimbang ketakuan Amerika Serikat soal isu keamanan digital terhadap keamanan negara.
 
"Ada satu pertanyaan yang terlintas. Amerika Serikat sebagai sebuah negara mengapa menargetkan Huawei yang merupakan korporasi bisnis? Apakah karena kami terlalu unggul dalam 5G atau alasan lain yang menurut saya kurang yakin," ucap Xu.
 
Xu menegaskan bahwa perusahaannya tidak akan meminta bantuan kepada pemerintah Tiongkok.
 
Dia memilih Huaewei terus berjuang mengandalkan kualitas produk dan layanannya sambil meyakini bahwa setiap negara memiliki cara pandang dan kebijakan serta menyatakan penolakan beberapa negara tidak akan berdampak buruk bagi Huawei.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif