Bukalapak mengumumkan investasi sebesar Rp1 Triliun pada program Mitra Bukalapak.
Bukalapak mengumumkan investasi sebesar Rp1 Triliun pada program Mitra Bukalapak.

Ultah ke-9, Bukalapak Investasi Rp1 Triliun untuk Warung

Teknologi bukalapak
Lufthi Anggraeni • 10 Januari 2019 14:58
Jakarta: Merayakan ulang tahunnya yang kesembilan, Bukalapak mengumumkan komitmen investasi senilai Rp1 Triliun untuk program Mitra Bukalapak, menyasar toko ritel kecil atau warung di Indonesia.

“Sejak 2017 kami membangun ekosistem offline lain, yang lebih besar dari online. Kami ingin lihat lebih luas, sehingga muncul ide untuk memberdayakan warung di Indonesia. Warung sudah pakai handset dan punya kebutuhan teknologi,” ujar Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Selama dua tahun, program Mitra Bukalapak telah memberdayakan sekitar 400 ribu hingga 500 ribu warung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dengan investasi yang disebut akan bertambah seiring dengan waktu ini, Bukalapak berharap dapat merangkul lebih banyak mitra di tahun 2019 ini, dengan target sebesar 5 juta warung. Melalui program ini, Bukalapak menyebut berencana menjadikan layanannya sebagai ekosistem teknologi untuk usaha kecil, yang dihadirkan dalam aplikasi terpisah. Pengembangan ekosistem offline juga disebut Zaky penting mengingat di Indonesia masih terdapat banyak usaha kecil yang beroperasi secara offline.

Sayangnya, umumnya usaha kecil ini memiliki kesulitan akses ke produsen besar, yang dilihat Bukalapak sebagai peluang. Melalui platform ini, Bukalapak memberikan usaha kecil sekelas warung kemudahan akses kepada produsen di Indonesia.

Hal ini disebut akan memungkinkan pelaku usaha menawarkan produk dengan harga lebih terjangkau, serta mengurangi kerumitan logistik. Bukalapak membekali aplikasi Mitra Bukalapak dengan sejumlah fitur seperti Warung Terdekat, Call Order Delivery (COD) dan layanan Saldo Bantuan.

Fitur COD memungkinkan pemilik warung untuk memesan stok barang dagangan melalui aplikasi dan diantarkan ke warung secara langsung. Zaky juga menyebut akan memperbesar fokus ke penambahan gudang, dukungan layanan logistik dan layanan peminjaman modal di tahun 2019 ini.


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi