Ilustrasi
Ilustrasi

BCA Gandeng Cloudera Cegah Fraud Aktivitas Perbankan

Cahyandaru Kuncorojati • 13 Juli 2020 11:27
Jakarta: Cloudera mengumumkan bahwa Bank Central Asia (BCA) telah menggunakan platform untuk memperkaya customer experience dan mengurangi terjadinya fraud pada aktivitas perbankan.
 
BCA fokus pada bisnis transaksi perbankan serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial, ritel dan konsumer. Sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia dan penyedia perbankan konsumen terbesar di regional, BCA menangani lebih dari puluhan juta transaksi setiap hari.
 
Dengan menggunakan platform pengolahan data sebelumnya, BCA memerlukan waktu berhari-hari untuk menganalisis semua transaksi tersebut, sehingga menyulitkan bank untuk mendapatkan gambaran yang akurat dan tepat waktu mengenai profil nasabahnya.

Dengan Cloudera sebagai platform untuk big data dan machine learning, memampukan BCA untuk dapat mengolah data, baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur seperti dari email, medsos dan call center.
 
BCA diklaim dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan queries dari beberapa hari menjadi beberapa jam, atau bahkan beberapa menit.
 
Sebagai hasilnya, unit bisnis dapat memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai nasabahnya serta menggunakan informasi penting yang mendekati real-time untuk memberikan penawaran produk yang sesuai dengan profil nasabah yang bersangkutan. Selain itu, platform Cloudera juga diklaim memungkinkan bank menjalankan model machine learning untuk otomatisasi proses.
 
“Memahami kebutuhan nasabah merupakan prioritas utama bisnis kami,” ujar Dirgo Vanto, Head of Data Management, Bank Central Asia. “Cloudera telah menjadi bagian dari solusi kami untuk memberdayakan data dalam mendukung penawaran berbagai produk dan layanan perbankan yang inovatif, sejalan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.”
 
Guna meredakan kekhawatiran yang berkembang seputar keamanan data, BCA juga memanfaatkan platform Cloudera untuk melindungi akses data nasabah dari penyalahgunaan. Ini diklaim memungkinan bank menjalankan sistem deteksi fraud, dalam mendeteksi anomali pada pola transaksi sehingga dapat mencegah potensi fraud secara lebih baik. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan