Floppy disk yang dikenal juga dengan nama disket. (Wikimedia)
Floppy disk yang dikenal juga dengan nama disket. (Wikimedia)

Badan Nuklir AS Masih Menggunakan Disket

Ellavie Ichlasa Amalia • 27 Mei 2016 10:08
medcom.id: Badan pemerintah AS, termasuk Pentagon, ternyata masih menggunakan teknologi tua untuk melakukan berbagai kegiatan penting, termasuk proyek nuklir, begitu lapor sebuah laporan pemerintah.
 
Laporan ini, yang dipublikasikan oleh Government Accontability Office (GAO), menunjukkan bahwa Command and Control yang ditugaskan untuk mengurus "kegiatan operasional terkait nuklir" masih menggunakan komputer IBM/Series 1 yang pertama kali diluncurkan di tahun 1976 dan floppy disk alias disket. 
 
Sementara itu, beberapa badan pemerintah lain, seperti Departemen Keuangan dan Departemen Urusan Veteran dilaporkan menggunakan sistem IT yang berumur setidaknya 50 tahun, lapor The Verge.

Dengan laporan ini, GAO berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan fakta bahwa pemerintah masih menggunakan teknologi tua dan biaya yang diperlukan untuk menyokong teknologi itu didapatkan dari masyarakat.
 
Menurut GAO, tahun lalu, sekitar USD61.2 miliar (Rp829,7 triliun) pajak dihabiskan sebagai ongkos pemeliharaan sistem tua yang dipakai pemerintah. Sementara sebesar USD19.2 miliar (Rp260,3 triliun) dihabiskan untuk melakukan upgrade teknologi yang digunakan pemerintah.
 
Pentagon menyebutkan bahwa Command dan Control untuk nuklir akan berhenti menggunakan disket di akhir tahun 2017 dan akan mulai memodernisasikan sistem mereka di tahun 2020.
 
"Sistem tua ini masih digunakan karena, singkatnya, ia masih bekerja," kata juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Valerie Henderson pada AFP.
 
Badan Manajemen dan Biaya telah membuat sebuah proyek untuk menggantikan sistem IT lama. Sayangnya, proyek ini masih belum sempurna. Menurut laporan pemerintah, selama proyek tersebut belum direalisasikan, maka pemerintah akan terus menggunakan sistem tua yang tidak lagi efektif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA