Foto: Huawei
Foto: Huawei

Pengembangan Genomika di Indonesia Bisa Optimal Pakai AI

Mohammad Mamduh • 12 Agustus 2022 09:42
Jakarta: Huawei menyatakan dukung pengembangan layanan kesehatan di Indonesia, khususnya ilmu genomika, melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
 
Mereka menyampaikannya dalam gelaran webinar Artificial Intelligence for Genomic Development Indonesia yang diselenggarakan oleh Kolaborasi Industri dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA) dan di hadapan audiens dari Kementerian Kesehatan.
 
Merujuk pada berbagai sumber informasi, jutaan penduduk Indonesia, termasuk balita, menghadapi berbagai penyakit dan kondisi medis pada setiap tahunnya. Situasi ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan segenap pemangku kepentingan, antara lain penyedia pelayanan kesehatan dan solusi teknologi.
 
Ilmu genomika yang diperkaya dengan pemanfaatan AI mampu menawarkan solusi bagi deteksi, pencegahan, maupun pengobatan. Sebagai contoh, AI dapat digunakan untuk mengoptimalisasi proses pengurutan gen dan pengujian materi genetika, seperti tes polymerase chain reaction (PCR) yang dikenal sebagai salah satu bentuk penanganan Covid-19.
 
Dalam sambutannya, Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa Covid -19 telah meningkatkan kesadaran terhadap uji genetika sebagai metode yang tepat untuk mengendalikan penyebaran wabah berkat kecepatan dan akurasi yang menjadi keunggulannya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perkembangan dalam ilmu genomika dan uji genetika juga terjadi dengan sangat cepat, dan setiap harinya lahir inovasi serta terobosan baru. Maka, Indonesia membutuhkan kolaborasi dengan asosiasi dan penyedia solusi AI seperti KORIKA dan Huawei yang mampu mengadakan alih pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kapasitas anak bangsa di bidang ilmu genomika maupun kedokteran,” tuturnya.
 
Menimbang hal tersebut, Huawei, OREI-BRIN, Del Institute of Technology, KORIKA sepakat untuk membuat deklarasi bersama, untuk menandakan kerja sama yang dibangun kembali dengan lebih mendalam antara keempat pihak tersebut guna meningkatkan penguasaan genomik Indonesia dalam menggunakan kekuatan AI.
 
Semua pihak sepakat untuk menjajaki berbagai peluang kerjasama terkait penelitian genom berbasis AI di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan penelitian genom dan memperbanyak digitalisasi obat.
 
Hammam Riza, Ketua KORIKA, menekankan bahwa pemanfaatan AI untuk mengembangkan ilmu genomika sejalan dengan Strategi Nasional (Stranas) AI yang diluncurkan pada 2020. “AI memberikan peluang lompatan teknologi dan menjadikan Indonesia semakin mampu untuk bersaing di kancah global.”  
 
“Huawei Cloud menyediakan kapabilitas AI yang mampu menunjang analisis genom, penemuan obatobatan baru, pencitraan medis, dan penyediaan pelayanan yang tepersonalisasi. Huawei berharap dapat bekerja sama dengan mitra kami untuk implementasi teknologi digital dan AI secara masif di bidang riset genetika,” kata Jason Zhang, CEO Huawei Cloud Indonesia.
 
“Organisasi kami berfokus pada penelitian pengembangan alat untuk memproses data bioinformatika, platform repositori dan analitik, serta aplikasi AI tertentu. Saya berharap kerja sama antara keempat pihak ini semakin kuat dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Budi Prawara, Kepala Badan Riset Elektronika dan Informatika BRIN.
 
Webinar ini sekaligus juga mengangkat kembali akan pentingya kolaborasi internasional di bidang riset dan pengembangan. Huawei mengundang mitranya Bao Yiming dari Beijing
Institute of Genomics, Chinese Academy of Sciences untuk berbagi informasi tentang perkembangan terkini dalam praktik pengurutan gen di Tiongkok, serta mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi antara Indonesia dan Tiongkok.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif