Pesawat otonom pertama Boeing.
Pesawat otonom pertama Boeing.

Boeing Uji Pesawat Listrik Otonom

Teknologi boeing
Ellavie Ichlasa Amalia • 24 Januari 2019 12:20
Jakarta:Aurora Flight Sciences, divisi dirgantara dari Boeing, mengumumkan bahwa mereka telah melakukan tes pertama dari pesawat penumpang otonom yang menggunakan tenaga listrik.
 
Pesawat tanpa awak itu sukses lepas landas secara vertikal, melayang selama beberapa detik, lalu mendarat di tempat pengujian di Manassas, Virginia. Boeing berkata, nantinya, mereka akan melakukan pengujian lebih lanjut, seperti membuat pesawat maju dan membuat pesawat berpindah mode dari terbang vertikal menjadi terbang ke depan.
 
Ditenagai oleh sistem pendorong listrik, Boeing berkata bahwa prototipe ini didesain untuk bisa melakukan penerbangan otonom sepenuhnya, mulai dari lepas landas hingga pendaratan. Prototipe itu diperkirakan dapat terbang hingga 80 kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pesawat ini memiliki panjang 9,14 meter dan lebar 8,53 meter. Rangkanya terintegrasi dengan sistem pendorong dan sistem sayap, memungkinkannya untuk melakukan lepas landas secara vertikal (VTOL).
 
Ini adalah langkah penting untuk mengembangkan "taksi terbang" otonom yang menggunakan tenaga listrik. Diharapkan, keberadaan kendaraan itu akan bisa membawa penumpang dan juga kargo, menjadi kendaraan baru di perkotaan.
 
Boeing adalah salah satu dari puluhan perusahaan yang berusaha untuk menyediakan layanan taksi terbang. Sebagai salah satu perusahaan penerbangan terbesar di dunia, tampaknya mereka mencoba untuk fokus menyelesaikan masalah teknis dan mengembangkan taksi terbang.
 
Apa yang Boeing lakukan menarik karena saat ini, tidak ada pesawat komersial yang menggunakan tenaga listrik atau pesawat hibrida yang menggunakan bahan bakar dan juga listrik.
 
Terbang membutuhkan energi yang besar.Teknologi baterai saat ini tidak memungkinkan pesawat untuk terbang hanya dengan baterai. Para ahli memperkirakan, akan diperlukan waktu bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh-puluh tahun, untuk pengembangan teknologi baterai yang memungkinkan pesawat listrik.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi