Namun proses pemasangan kedua tangan robot tersebut tidaklah mudah. Baugh yang kehilangan kedua tangannya saat kecelakaan 40 tahun lalu, harus menjalankan serangkaian operasi untuk membangkitkan kembali sistem syaraf tangannya yang telah mati. Proses operasi yang dinamakan ・re-enverating・ tersebut dikatakan Baugh cukup menyakitkan.
Lengan robot yang masih merupakan prototype ini dipasang pada sebuah alat khusus yang terhubung langsung dengan tubuh Baugh. Alat tersebut kemudian mendeteksi berbagai aktivitas otot dan syaraf Baugh yang kemudian diterjemahkan menjadi gerakan tangan.
Menurut hasil penelitian, Baugh kini dapat melakukan gerakan hingga 30 derajat dengan menggunakan kedua lengan robot tersebut. Baugh juga harus terlebih dulu belajar mengontrol kedua tangan robot tersebut melalui sistem virtual reality, sebelum dipasangkan ke tubuhnya.
Ketika semuanya telah siap, Baugh pun menjalani operasi pemasangan tangan. Setelah terpasang, Baugh berhasil membuat para ilmuwan Johns Hopkins University terkesima.
"Sungguh luar biasa bagaimana dia bisa mengontrol kedua MPL secara bersamaan," ujar Courtney Moran yang merupakan bagian dari laboratorium fisika terapan Johns Hopkins University.
Meskipun gerakannya tidak semulus tangan biasa, serta beban kerjanya lebih berat daripada menggerakkan tangan biasa, namun Baugh sangat gembira. Kedua tangan tersebut memang masih dalam pengembangan, dan tim laboratorium fisika terapan Johns Hopkins University akan terus mengembangkan riset mereka, sehingga dapat memberikan dua tangan yang lebih baik untuk Baugh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News