Paul Chen, Head of Solutions Architect, ASEAN, AWS
Paul Chen, Head of Solutions Architect, ASEAN, AWS

Skill yang Paling Dibutuhkan Arsitek Cloud Agar Sukses

Teknologi amazon corporate transformasi digital opini teknologi
Mohammad Mamduh • 23 Juli 2020 20:35
Jakarta: Banyak perusahaan yang mulai menyadari akan pentingnya keberadaan ahli di bidang cloud di sebuah perusahaan, seiring makin tingginya pemanfaatan teknologi cloud dalam mempercepat terwujudnya transformasi digital di perusahaan-perusahaan tersebut.
 
Hal ini bertolak belakang dengan hasil temuan riset yang menunjukkan bahwa ada 90 persen penentu kebijakan IT perusahaan yang melaporkan rendahnya skill karyawan mereka di bidang cloud.
 
Saat ini, muncul lonjakan kebutuhan akan profesional di bidang IT yang punya kepiawaian di bidang arsitektur cloud, serta jago dalam membuat perencanaan, desain, pengembangan, migrasi, hingga pengoperasian aplikasi-aplikasi di cloud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika pertama kali terjun di industri IT beberapa tahun lalu, dapat saya katakan bahwa peran arsitek cloud nyaris tidak ada. Namun, sejak pesatnya pengadopsian cloud, peran arsitek cloud menjadi mulai menjadi incaran dan diperkirakan akan terus membawa banyak peluang baru bagi pertumbuhan bisnis dan inovasi di perusahaan.
 
Hal apa saja yang menjadi tugas seorang arsitek cloud?
Seorang arsitek cloud bertanggung jawab untuk mengelola arsitektur komputasi cloud di sebuah organisasi.
 
Ia harus memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai prinsip-prinsip teknis sebuah arsitektur dan layanan yang digunakan untuk mengembangkan strategi cloud, memastikan kelangsungan migrasi sistem ke cloud, mengkaji workload pada arsitektur, dan menerbitkan panduan tentang bagaimana mengatasi permasalahan-permasalahan yang punya risiko tinggi.
 
Untuk dapat melakukannya, seorang arsitek cloud harus punya pemahaman yang tinggi mengenai bisnis, teknis, serta kecakapan interpersonal. Selain itu, mereka diharapkan bisa memberikan pelatihan teknis yang terus diperbarui agar dapat mengikuti arus perkembangan zaman.
 
Di AWS, saya memimpin di divisi cloud solutions architect di Asia Tenggara. Kami selalu mencari individu-individu yang punya mentalitas tinggi dan semangat untuk terus membangun, menciptakan, dan berinovasi bagi customer.
 
Karakter seperti ini penting sekali dimiliki, karena peran seorang arsitek cloud bukan lagi terbatas pada merancang solusi infrastruktur seperti database dan penyimpanan. Sekarang ini, membangun dan menciptakan solusi-solusi andal masa kini yang dilengkapi dengan teknologi-teknologi mutakhir, seperti machine learning, juga menjadi pekerjaan seorang arsitek cloud.
 
Kecakapan yang paling dibutuhkan pada seorang cloud architect? 
1. Fleksibel dan punya keinginan tinggi untuk belajar
Seorang arsitek cloud harus dapat bekerja dalam segala kondisi kerja dan terbuka untuk belajar mengenai hal-hal baru yang menjadi karakteristik tiap-tiap proyek maupun pelanggan yang mereka hadapi.
 
Keinginan tinggi untuk terus mengasah kemampuan, baik itu bagi mereka yang masih pemula maupun yang sudah punya jam terbang tinggi, tentu akan membantu mereka dalam membuat panduan bagi tiap-tiap organisasi.
 
Seorang arsitek cloud yang punya rasa keingintahuan tinggi akan punya bekal yang lebih luas dalam menghadirkan solusi atas setiap permasalahan yang terjadi.
 
2. Manajemen waktu
Seorang arsitek cloud harus bisa mengelola waktu mereka dengan baik. Kegiatan mereka setiap hari selalu dinamis: rapat dengan pelanggan, perjalanan dinas, menulis skrip, menyusun rencana migrasi, memperdalam pengetahuan mereka mengenai fitur-fitur baru lewat pelatihan daring, maupun mengerjakan troubleshooting.
 
Semuanya dilakukan dalam rangka menuntaskan beragam permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi oleh tiap-tiap pelanggan. Oleh karena itu, seorang arsitek cloud harus membuat perencanaan harian berdasarkan skala prioritas dan paham betul bagaimana memaksimalkan kerja mereka di antara waktu mereka yang sempit tersebut.
 
3. Kecakapan dalam berkomunikasi dan naluri bisnis yang tinggi
Ada banyak pihak yang terlibat dalam perjalanan cloud sebuah perusahaan, dari penyedia anggaran, tim keamanan, tim teknis, hingga para pengambil keputusan tentang penyediaan cloud di perusahaan.
 
Maka dari itu, seorang arsitek cloud diharapkan dapat melibatkan diri secara proaktif di setiap rapat terkait hal ini dan selalu siap untuk mengomunikasikan rencana desain mereka kepada semua pihak yang berkepentingan di perusahaan.
 
Arsitek cloud yang sukses adalah mereka yang mengerti bagaimana cara menyampaikan pesan kepada audiens yang minim atau bahkan tidak punya pengetahuan teknis sama sekali, sambil bagaimana mereka menyelaraskan rekomendasi dengan kebutuhan perusahaan dalam meraih pertumbuhan yang mereka hendak raih.
 
4. Cepat dalam mengambil keputusan
Acap kali, arsitek cloud menjadi sosok yang begitu dicari-cari oleh pemangku kepentingan tatkala mereka butuh solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Penting bagi seorang arsitek cloud untuk dapat memberikan perspektif yang jelas dan tegas.
 
Ini sebagai jaminan bahwa tidak saja permasalahan tersebut berada di tangan yang tepat untuk ditangani dengan tepat pula, namun juga bahwa solusi cloud yang telah direkomendasikan oleh arsitek cloud aman, tangguh, terjangkau biayanya, dan operasionalnya terkelola dengan prima.
 
Cepat dalam mengambil keputusan bukan lantas berarti harus mendominasi. Arsitek cloud harus dapat memberikan panduan dengan tenang, sehingga menunjukkan bahwa mereka menguasai hal-hal yang memang menjadi bidangnya.
 
5. Kecakapan teknis di industri
Seorang cloud architect juga harus memiliki keahlian teknis yang menjadi fondasi dari percencanaan dan manajemen arsitektur cloud. Keahlian-keahlian ini meliputi pemrograman dasar, pengembangan peranti lunak dan integrasi sistem yang berkesinambungan, database, keahlian dalam bidang jaringan dan keamanan, keahlian dalam arsitektur yang mendukung aplikasi-aplikasi modern, serta masih banyak lagi kecakapan teknis lainnya.
 
Beberapa tahun terakhir, saya telah mengamati perkembangan komputasi cloud, dari teknologi yang relatif asing hingga menjadi salah satu pilar penggerak bisnis. Walaupun teknologinya sendiri telah banyak berubah, kebanyakan skill yang dibutuhkan untuk sukses di bidang ini masih tetap sama.
 
Perlu komitmen tinggi untuk memahami bagaimana mengoptimalkan potensi cloud dan memberdayakan mereka dalam memanfaatkannya secara maksimal.
 
(Paul Chen, Head of Solutions Architect, ASEAN, AWS)
 
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif