Ilustrasi. (The Next Web)
Ilustrasi. (The Next Web)

Canon Jadi Korban Terbaru Serangan Ransomware

Teknologi teknologi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 10 Agustus 2020 10:50
Jakarta: Serangan siber jens ransomware sedang ramai, setelah Garmin kini giliran produsen kamera Canon yang menjadi korban. Kabar bainya kini sejumlah operasional dan layanan yang ikut terjebak dalam ransoware sudah pulih dan berfungsi normal.
 
Pihak Canon sendiri sudah merilis pernyataan terkait kondisi ini dan mengakui bahwa perusahaannya terkena serangan jenis ransomware. Masih cukup beruntung, serangan ini hanya menimpa operasional Canon Amerika Serikat.
 
Dikutip dari Tech Radar, departemen bidang teknis atau IT di Canon pada tanggal 5 Agustus mengirim memo internal ke pada seluruh pegawai perusahaan. Mereka menyatakan ada masalah teknis pada sejumlah aplikasi operasional seperti email, Microsoft Teams, dan sistem lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BACA: Usai Diserang Ransomware, Garmin Kembali Beroperasi Normal
 
Layanan dukungan untuk pesan dari penggua produk Canon dan website mereka juga sempat tumbang. Situs media keamanan siber Bleeping Computer menemukan bahwa serangan ransomware yang dilakukan berasal dari kelompok bernama Maze.
 
Canon Jadi Korban Terbaru Serangan Ransomware
 
"Kami sudah meretas jaringan kalian beserta semua file, dokumen, foto, database, dan data penting lainnya menggunakan enkripsi algoritma yang aman. Kalian tidak bisa mengakses file saat ini. Namun jangan cemas, kalian masih bisa mendapatkannya kembali!" tulis memo dari kelompok peretas Maze.
 
Canon dikabarkan langsung menyewa bantuan dari perusahaan keamanan siber untuk mengatasinya. Maze disebutkan memberikan tenggat waktu tiga hari kepada Canon untuk menghubungi mereka, jika tidak maka kasus peretasan ini akan diumumkan ke publik.
 
Canon Jadi Korban Terbaru Serangan Ransomware
 
Bahkan dalam ancaman tersebut diberikan tenggat waktu tujuh hari sebelum semua data yang diretas dibocorkan ke publik. Canon mengungkapkan bahwa data yang diretas dan dikunci oleh serangan ransomware ini mencapai 10GB namun mereka menyatakan tidak ada data yang berbahaya.
 
Kelompok peretas bernama Maze juga bukan pemain baru. Dikutip dari ZDnet mereka memang selalu menggunakan ransomware untuk menyerang perusahaan kelas enterprise. Di awal minggu lalu kabarnya LG dan Xerox enjadi korban ransomware mereka.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif