Galgotias University menghadapi kritik dan diminta angkat kaki dari India AI Impact Summit 2026 setelah seorang profesor salah menyebut robot buatan Tiongkok sebagai inovasi universitas.
Galgotias University menghadapi kritik dan diminta angkat kaki dari India AI Impact Summit 2026 setelah seorang profesor salah menyebut robot buatan Tiongkok sebagai inovasi universitas.

Ada Kampus di India Klaim Robot Tiongkok Sebagai Inovasi Sendiri

Lufthi Anggraeni • 20 Februari 2026 10:40
Ringkasnya gini..
  • Profesor Galgotias University diprotes karena mengklaim robot anjing buatan Tiongkok sebagai hasil karya universitas di India AI Impact Summit 2026.
  • Robot tersebut teridentifikasi sebagai Unitree Go2, produk komersial dari Tiongkok, bukan inovasi universitas.
  • Universitas kemudian mengklarifikasi bahwa mereka tidak membangun robot tersebut, meski insiden memicu kritik terkait transparansi teknologi.
Jakarta: Insiden menarik perhatian global selama India AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India, setelah profesor dari Galgotias University secara keliru menyebut robot anjing buatan Tiongkok sebagai hasil karya universitas tersebut.
 
Mengutip BBC, insiden ini memicu kecaman luas dan tindakan lanjutan dari penyelenggara acara terhadap institusi pendidikan swasta itu. Kontroversi bermula ketika profesor komunikasi Galgotias University memperkenalkan robot berkaki empat bernama Orion kepada media lokal di lokasi konferensi, mengklaim bahwa perangkat tersebut adalah hasil pengembangan di universitasnya.
 
Dalam video wawancara, profesor itu mengatakan robot itu dikembangkan di Centre of Excellence universitas tersebut, pernyataan yang kemudian menjadi viral. Namun, robot anjing tersebut dengan cepat diidentifikasi oleh pengguna internet sebagai Unitree Go2.

Robot anjing tersebut merupakan produk robotik komersial yang diproduksi oleh perusahaan Tiongkok Unitree Robotics dan dijual secara global, bukan inovasi internal institusi tersebut. Setelah klaim itu tersebar di media sosial dan memicu kritik keras, pihak Galgotias University kemudian menyatakan bahwa pernyataan awal mengenai asal usul robot itu salah kaprah.
 
Universitas menegaskan bahwa mereka tidak membangun robot tersebut dan bahwa pernyataan profesor itu diduga muncul dari ketidaktahuan tentang asal perangkat dan antusiasme berlebihan saat tampil di depan kamera.
 
Pernyataan resmi universitas juga menyebutkan bahwa niat mereka adalah menginspirasi mahasiswa, bukan menyesatkan khalayak publik. Kontroversi ini berujung pada larangan bagi Galgotias University untuk mempertahankan stan mereka di summit tersebut.
 
Hal ini dipandang sejumlah pihak sebagai momen yang memalukan di tengah usaha India untuk menunjukkan kapasitasnya dalam ekosistem kecerdasan buatan global. Peristiwa itu juga memicu seruan tentang pentingnya transparansi dan keakuratan dalam presentasi teknologi pada ajang internasional, terutama yang bertujuan untuk mempromosikan inovasi domestik.
 
India AI Impact Summit 2026 sendiri merupakan acara internasional awal tahun ini yang diadakan di Bharat Mandapam, New Delhi, dan menampilkan berbagai tokoh dunia, pejabat pemerintah, serta pakar teknologi dari seluruh dunia.
 
Sebagai informasi, Summit ini digelar sebagai salah satu forum utama dalam mendorong diskusi tentang implementasi dan dampak utama kecerdasan buatan dari negara berkembang hingga industri global.
 
Peristiwa robodog tersebut kemudian memicu perdebatan luas tentang standar etika dalam presentasi hasil research dan pengembangan teknologi, di tengah persaingan antarnegara untuk menjadi pusat inovasi global.
 
Kejadian ini diiringi kritik politik dan sorotan terhadap penyelenggaraan acara yang juga mengalami kekacauan lain, termasuk masalah logistik dan antrian panjang peserta.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA