Wamenkomdigi Nezar Patria dalam acara Huawei Partner Summit 2026 di Jakarta Rabu, 29 April 2026. (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Wamenkomdigi Nezar Patria dalam acara Huawei Partner Summit 2026 di Jakarta Rabu, 29 April 2026. (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)

Roadmap Nasional Jadi Fondasi Utama Tata Kelola AI di Indonesia

Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 April 2026 15:43
Ringkasnya gini..
  • Nezar Patria menegaskan pentingnya roadmap AI nasional.
  • Indonesia bukan hanya sekadar pengguna AI, tetapi juga bisa menjadi arsitek dari teknologi ini.
  • Nezar menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun fondasi yang kuat.
Jakarta: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya roadmap AI nasional. Peta jalan AI tersebut merupakan fondasi utama dalam tata kelola kecerdasan buatan di Indonesia.
 
Nezar mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun adopsi Gen AI atau generatif AI sudah mencapai 53 persen populasi global. Sementara di Indonesia sendiri Gen AI telah mempercepat adopsi di berbagai sektor.
 
Manfaat nyata AI ini juga mendorong pandangan optimis Indonesia terhadap AI. Dengan 76% warga Indonesia mengatakan AI memberikan lebih banyak manfaat daripada kerugian.

“Meskipun angka-angka tersebut akan terus memicu antusiasme tentang masa depan AI di Indonesia, diskusi penting terletak bukan pada potensi, tetapi pada perbandingan. Bagaimana kita mengubah antusiasme menjadi inovasi nyata,” ungkap Nezar dalam acara Huawei Partner Summit 2026 di Jakarta Rabu, 29 April 2026.
 
Karena itu lanjut Nezar, roadmap AI nasional menjadi fondasi utama dalam mewujudkan hal tersebut. “Dan jika kita ingin sampai ke sana, kita perlu percaya bahwa tata kelola yang kuat akan menjadi jawabannya. Selain itu, peta jalan AI nasional kita berfungsi sebagai fondasi strategis, misi utama yang memandu transformasi AI di Indonesia agar mudah diakses, inklusif, dan didorong oleh inovasi,” bebernya.
 

Dari Pengguna Menjadi Arsitek

Nezar mengatakan ke depan Indonesia bukan hanya sekadar pengguna AI, tetapi juga bisa menjadi arsitek dari teknologi ini. Caranya dengan mulai menerapkan AI di sektor-sektor strategis, seperti layanan kesehatan, pendidikan dan layanan publik.
 
“Menerapkan kerangka kerja tata kelola yang menjamin penggunaan AI secara bertanggung jawab, sehingga teknologi ini tetap menjadi alat yang melayani masyarakat,” imbuhnya.
 
Selanjutnya menghadirkan program literasi digital dan peningkatan keterampilan, untuk memastikan bahwa manfaat AI tidak terkonsentrasi di area tertentu, tetapi dirasakan di setiap komunitas.

Terbuka untuk Kolaborasi

Nezar menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun fondasi yang kuat  untuk masa depan AI yang etis, inklusif, dan berdampak di Indonesia. 
 
“Di era di mana segala sesuatu semakin saling terkait, tentu Indonesia dan komunitas internasional membutuhkan kekuatan penuh dari sistem kolaboratif dan saling terkait untuk mewujudkan sinergi,” imbuhnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA