Baca Juga :
Dorong Transisi Energi Bebas SF₆, Schneider Electric Pamerkan Switchgear 'Pure Air' di Enlit Asia 2026
Di tengah desakan mencapai target Net Zero Emission, sektor utilitas dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana menjaga keandalan pasokan listrik sembari mengintegrasikan energi baru terbarukan (EBT) yang bersifat dinamis.
Dalam acara Enlit Asia 2026 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Industry Principal Power & Utilities AVEVA, Ann Moore, mengungkapkan bahwa kondisi geografis Indonesia yang kepulauan serta keberagaman sumber energi, mulai dari geothermal, hidro, hingga surya dan angin, membuat pengelolaan jaringan listrik (grid) semakin kompleks.
"Sifat EBT seperti surya dan angin sangat bergantung pada cuaca. Mengelola berbagai sumber energi yang tersebar di banyak pulau membutuhkan fleksibilitas dan pemantauan data real-time yang sangat presisi," ujar Ann Moore dalam wawancara di ICE BSD City, 24 September 2026.
Perpanjang Usia Aset Tanpa Biaya Konstruksi Mahal
Menurut Ann, menghadapi lonjakan permintaan listrik tidak selalu berarti harus membangun pembangkit atau jaringan transmisi baru. Selain memakan biaya yang sangat tinggi, pembangunan infrastruktur fisik membutuhkan waktu bertahun-tahun."Solusi tercepat dan paling efisien adalah mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada melalui perangkat lunak. Dengan fondasi data yang kuat, perusahaan utilitas dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperpanjang usia pakai peralatan mereka," jelasnya.
Melalui platform berbasis awan seperti Aveva Connect, perusahaan dapat menghubungkan seluruh data operasional yang sebelumnya terisolasi (data silo). Hal ini memberikan visibilitas menyeluruh (holistic view) bagi pengambil keputusan di tingkat korporasi.
Kecerdasan Buatan dan Digital Twin Jadi Kunci
Di era digitalisasi, penerapan Industrial AI memainkan peran krusial dalam menjaga ketahanan jaringan listrik (grid resilience). Aveva menghadirkan fitur Predictive Analytics yang mampu melakukan pemantauan pola data untuk memprediksi potensi kerusakan alat sebelum gangguan terjadi."AI akan memberikan peringatan dini (early alarm) jika ada anomali pada peralatan, sehingga operator dapat mencegah pemadaman (outage) mendadak," tambah Ann.
Selain itu, teknologi Digital Twin—replika virtual dari aset fisik—memungkinkan perusahaan melakukan simulasi skenario (what-if scenarios) dan pelatihan bagi tenaga kerja. Teknologi ini menjadi solusi atas tantangan regenerasi SDM di industri utilitas, di mana transfer pengetahuan dari tenaga ahli senior ke generasi muda dapat dilakukan secara lebih efektif melalui simulasi berbasis AI.
Dukung Raksasa Energi Nasional
Teknologi pengelolaan data dan AI milik Aveva saat ini telah diadopsi oleh berbagai pemain utama industri energi dan manufaktur di Indonesia, termasuk PLN, Indonesia Power, Pertamina, hingga sektor industri kertas seperti APP.Dengan pendekatan yang mencakup keseluruhan siklus hidup aset, mulai dari rekayasa desain (engineering), konstruksi, operasional, hingga pemeliharaan, AVEVA optimistis dapat terus mendampingi Indonesia dalam membangun sistem energi yang lebih handal, efisien, dan siap menghadapi masa depan transisi energi.
Baca Juga :
PLN Hadirkan SPKLU Signature di Andara, Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik yang Makin Masif
(Nur Aldiansyah Amirulloh)