Menkominfo Johnny G. Plate.  (Kominfo)
Menkominfo Johnny G. Plate. (Kominfo)

Menkominfo Johnny Dorong Pers Adaptasi Teknologi Digital dan Khalayak

Cahyandaru Kuncorojati • 09 Februari 2022 14:44
Jakarta: Menkominfo Johnny G. Plate menilai bahwa industri media sepatutnya mengadopsi teknologi seperti big data, artificial intelligence (Ai), hingga metaverse untuk memperkaya kebutuhan data serta analisis dalam produksi dan distribusi konten di era digital.
 
Hal ini menurutnya tidak terlepas dari fenomena disrupsi teknologi yang kian terasa selama pandemi Covid-19 dan dampaknya terasa di bisnis industri media konvensional dan mainstream tanah air.
 
Orientasi industri media yang baik akan tercermin dari jurnalisme yang berkualitas berbasiskan data, analisis dan pendekatan teoritis yang memadai,” ujarnya dalam Konvensi Nasional HPN 2022: Membangun Model Media Massa yang Berkelanjutan yang digelar virtual sekaligus offline kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perubahan besar yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi digital menjadi orientasi, sekaligus solusi yang dapat menembus keterbatasan, memperluas perspektif dan jangkauan. Sekaligus mempercepat proses di berbagai lini kehidupan, tentunya termasuk di industri media,” jelasnya.
 
Dia mengutip laporan The New York Times yang mengklaim hampir sepertiga konten yang diterbitkan jurnalis Bloomberg News dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan. Jadi jurnalis bisa fokus ke konten berdasarkan riset serta data humanisme.
 
“Selain itu, The Huffington Post, juga telah memanfaatkan big data sejak tahun 2014 yang lalu untuk mengoptimalisasi konten, mengautentikasi komentar, memastikan efektivitas iklan, mengatur penempatan iklan hingga membuat personalisasi pasif,” ujarnya.
 
“Ini studi dari Reuters Institute. Salah satu praktik sederhananya, big data digunakan untuk menentukan timing yang paling tepat, untuk menerbitkan satu artikel maupun platform apa yang paling sesuai untuk digunakan dalam menyebarkan artikel tersebut,” jelas Menkominfo.
 
Menteri Johnny juga menjelaskan perkembangan metaverse yang memungkinkan kemunculan model bisnis baru industri media. Sebagai gambaran, Menkominfo menyatakan pada tahun 2003 telah muncul platform second life, yakni komunitas virtual online yang memungkinkan pengguna membuat avatar dan berinteraksi di dunia virtual.
 
Dalam platform itu, menurut Menteri Johnny hadir The Second Life Environment, yaitu surat kabar online yang memungkinkan pemilik dan pembuat bisnis virtual untuk mengiklankan layanan atau produk mereka kepada konsumen di dalam platform second life.
 
“Hal ini dilakukan melalui pembelian tempat iklan yang dapat diubah menjadi artikel dan siaran pers, di mana pendapatan dan akan diperoleh melalui pembayaran yang dilakukan via papan iklan yang terdapat di sport virtual perusahaan dengan mata uang yang berlaku pada platform tersebut,” tuturnya.
 
Menkominfo Johnny juga menyebutkan bahwa Indonesia saat ini sudah mengimplementasikan 5G yang bakal merespon kebutuhan banyak teknologi baru yang bisa mendorong inovasi di produksi maupun konsumsi bidang jurnalisme dan media.
 
Menkominfo menegaskan, pada tahun 2019 lalu tercatat layanan yang digunakan oleh setiap layanan 5G hanya berkisar sekitar 11,7 Gigabyte. Proyeksi pada tahun 2028 mendatang akan meningkat sampai dengan 725 persen atau sekitar 84,83 Gigabyte setiap bulan.
 
“Pada masa tersebut diprediksikan pula layanan informatif, inovatif dan kreatif yang berbentuk audio visual baik berupa video berkualitas tinggi, augmented reality, virtual reality dan lainnya akan mendominasi 90 persen data berbasis teknologi 5G,” tandasnya.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif