LINE Plus AD Performance Software Engineer Jinsoo Oh dan Lead of LINE Ads Mincheol Song.
LINE Plus AD Performance Software Engineer Jinsoo Oh dan Lead of LINE Ads Mincheol Song.

Penuh Tantangan, LINE Ads Siap Jadi Platform Standar Global

Teknologi teknologi line
Lufthi Anggraeni • 25 November 2019 13:24
Tokyo: Tidak dapat disangkal bahwa jejaring sosial, baik media sosial ataupun platform pesan instan kini menjadi medium terbaik untuk mengiklankan dan memasarkan produk. Hal ini juga disadari oleh LINE yang telah menghadirkan platform khusus untuk iklan, yaitu LINE ADS.
 
LINE Plus AD Performance Software Engineer Jinsoo Oh menjelaskan bahwa LINE Ads merupakan platform untuk pengiklan yang dapat mengakses sistem dan menjalankan iklan untuk memasarkan produk mereka. Platform ini merupakan platform periklanan yang diklaim dapat mencakup area luas untuk pengiklan.
 
“Periklanan merupakan area sangat besar. Platform ini tersedia untuk mencakup kebutuhan pengiklan, sehingga kami dapat menayangkan iklan untuk pengguna di layar. Dan kami memiliki mesin rekomendasi untuk memprediksi iklan terbaik untuk dikolaborasikan dengan mesin optimalisasi,” ujar Lead of LINE Ads Mincheol Song.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Telah menggandeng banyak pengiklan, kisah pengembangan platform LINE Ads ini disebut kedua petinggi platform tersebut bukan tanpa tantangan dan hambatan. Song menyebut salah satu tantangan terbesar pengembangan platform ini adalah ketatnya persaingan yang dihadirkan oleh kompetitor LINE Ads.
 
Song menyebut LINE Ads harus bersaing menghadapi pemain global yang memiliki kekuatan lebih besar, menjadikannya sebagai tantangan terbesar platform karya LINE.
 
Namun, tantangan yang dihadapinya ini juga datang dari kesulitan menemukan talenta pengembang terbaik untuk mendukung pengembangan LINE Ads.
 
Baik Oh maupun Song sepakat bahwa mengembangkan platform periklanan bukanlah perkara mudah. Hal ini, juga diyakini Oh dan Song, telah diketahui oleh banyak pengembang di seluruh dunia.
 
Namun, LINE Ads mengaku telah memiliki dukungan pengembang dengan kemampuan di ranah periklanan ini, meski sistem yang diusungnya berbeda dari sistem platform lain.
 
Kesulitan mencari talenta berbakat juga disebabkan oleh perbedaan sistem yang digunakan LINE Ads, yaitu DSP atau SSP. Umumnya, jelas Song, pengembang lain tidak terlalu memahami istilah tersebut dan terkait basis data pengetahuan domain ini.
 
Tantangan yang dihadapi LINE Ads juga diakui LINE berbeda di masing-masing negara operasionalnya. Perbedaan tersebut disebut Song berdasarkan fokus dan tujuan yang ingin dicapai pengiklan di masing-masing negara. Sehingga LINE Ads mengembangkan dan menawarkan fungsi berbeda untuk masing-masing negara.
 
Memanfaatkan sejumlah teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), algoritma dan Machine Learning, proses pengembangan LINE Ads disebut Oh selalu dimeriahkan oleh proses pengujian algoritma yang bertugas untuk memberikan rekomendasi kepada pengiklan.
 
Namun, mengaplikasikan algoritma ini pada platform iklan diakui Oh sedikit sulit karena LINE Ads harus memastikan bahwa sistem dapat bekerja secara real-time. Model algoritma lebih rumit disebut membutuhkan waktu pengujian lebih lama, sebab LINE harus menyeimbangkan kerumitan model dan waktu.
 
Kemampuan menyeimbangkan kedua hal ini menjadi faktor pertimbangan utama LINE dalam memilih algoritma terbaik. Memiliki tingkat kerumitan berbeda, LINE Ads menyebut perusahaannya berupaya untuk menyelesaikan proses pengujian algoritma ini secepat mungkin, dengan kurun waktu terlama mencapai satu bulan.
 
Di masa mendatang, LINE Ads mengaku akan lebih terfokus untuk menjadikan platformnya sesuai dengan standar global dan lebih gencar dalam hal automasi dengan memanfaatkan teknologi AI secara lebih baik.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif