Menkominfo Johnny G Plate. (Medcom.id/Nur Azizah)
Menkominfo Johnny G Plate. (Medcom.id/Nur Azizah)

100 Hari Jokowi-Maruf

Menyimak Program 100 Hari Kerja Menkominfo Johnny G Plate

Teknologi 100 Hari Jokowi-Maruf
Cahyandaru Kuncorojati • 28 Januari 2020 09:50
Jakarta: Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf sudah memasuki lebih dari 100 hari kerja bersama jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju. Di bidang teknologi dan telekomunikasi, Johnny G Plate ditunjuk mengisi posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggantikan Rudiantara.
 
Johnny G Plate melakukan serah terima jabatan dengan Rudiantara di kantor pusat Kementerian Komunikasi dan Informatika di Medan Merdeka Barat, Jakarta, pada Rabu 23 Oktober 2019.
 
Saat ditanya program 100 hari kerja, Menkominfo Johnny G Plate menyatakan belum ada rencana sama sekali. Dia menegaskan bahwa ketimbang membuat program baru, dia lebih memprioritaskan kontinuitas program lama yang sudah dilakukan dan direncanakan oleh Rudiantara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya meyakini bahwa Kementerian ini bukan periode awal, tapi periode lanjutan. Ini masa jabatan petahana (Jokowi), jadi saya tidak perlu ditanya program 100 hari ataupun seribu hari," ungkap Menkominfo Johnny saat itu usai melakukan prosesi serah terima jabatan.
 
"Saya akan melanjutkan kontinuitas yang sudah dilakukan Kominfo. Jangan sampai rakyat tahu tapi bingung menggunakannya. Jangan sampai infrastruktur yang sudah dibangun tidak bisa digunakan secara optimal," tuturnya.
 
Selama 100 hari kerja Kabinet Indonesia Maju, Menkominfo Johnny tercatat memang kembali meneruskan program atau target yang sudah tercapai atau belum rampung dari masa Menkominfo Rudiantara. Melalui PLT Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, disebut ada beberapa pekerjaan rumah Kominfo yang dilanjutkan oleh Menkominfo Johnny.
 
Pertama, pemanfaatan jaringan internet cepat Palapa Ring sambil terus memperkuat dan memenuhi kebutuhan infrastruktur telekomunikasi. Menkominfo Johnny menyatakan akan merampungkan target sebelumnya yaitu pembangunan 5000 BTS (Base Transceiver Station) di penjuru Indonesia terutama wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
 
"Pada tahun 2020 target pembangunan BTS akan dilaksanakan sebesar 3.447, atau keseluruhannya BTS yang akan dibangun di wilayah-wilayah yang masih kita anggap sebagai belum terhubung secara baik melalui jaringan jaringan dengan kekuatan besar (Palapa Ring)," tutur Menkominfo Johnny.
 
Pembangunan ini diprioritaskan guna memberikan akses untuk masyarakat, khususnya sekolah, puskesmas, kantor penyelenggaraan masyarakat, sehingga bisa menyuguhkan pelayanan lebih cepat. Menkominfo Johnny juga ingin Indonesia memiliki banyak smart cities atau kota pintar.
 
Menkominfo Johnny juga menyebut satelit Satria (Satelit Republik Indonesia) yang merupakan satelit multi fungsi untuk mendukung infrastruktur komunikasi dan internet bagi kawasan pelosok Indonesia yang tidak terjangkau Palapa Ring.
 
Satelit multifungsi ini merupakan proyek bersama Kominfo dan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) dan perusahaan satelit asal Prancis, Thales Alenisa Space yang baru mulai digarap akhir tahun lalu dengan penandatangan kesepakatan pada Mei 2019.
 
Rencananya satelit tersebut akan diterbangkan paling cepat di tahun 2021 atau 2022 menumpang roket dan pesawat antariksa SpaceX milik miliuner Elon Musk. Artinya, Menkominfo Johnny punya tugas mendampingi persiapan proyek ini.
 
Ada 150.000 titik layanan yang akan menerima dukungan satelit Satria. Pembagiannya berdasarkan data dari BAKTI adalah 54.400 titik di Sumatera, 19.300 di Kalimantan, 23.900 titik di Sulawesi, 18.500 titik di Papua dan Maluku, 13.500 titik di Bali dan Nusa Tenggara, kemudian 19.400 titik di Pulau Jawa.
 
Pengembangan sumber daya manusia di era digital juga menjadi program yang dilanjutkan oleh Menkominfo Johnny. Di tanggal 17 Desember 2019, dilakukan program Digital Talent Scholarship.
 
Program yang bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia punya misi menyiapkan talenta digital untuk memenuhi kompetensi SDM Tanah Air menghadapi era Revolusi Industri 4.0.
 
Kementerian Kominfo menargetkan peserta beasiswa pelatihan Digital Talent Scholarship 2020 sebanyak 60.000 peserta yang melibatkan 88 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
 
Menkominfo Johnny juga terus mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk bisa disahkan DPR RI. Saat ini RUU PDP masih menunggu paraf Menko Polhukam, Mahfud MD untuk kemudian diserahkan ke DPR.
 
RUU PDP akan mengatur penggunaan dan perlindungan data pribadi rakyat Indonesia di era digital. Hal ini akan memberikan kekuatan bagi Indonesia untuk bisa menegaskan kedaulatan data.
 
Nantinya setiap layanan digital yang beroperasi di Indonesia akan bisa dikenakan sanksi apabila data pribadi penggunanya disalahgunakan atau tersebar tanpa izin.
 
"Data sovereignty dan data security, negara manapun di dunia pada saat beranjak menjadi negara digital pasti memerhatikan itu," ucap Menkominfo Johnny dalam beberapa kesempatan saat ditanyakan mengenai progres RUU PDP.
 
"Saya sudah mengajukan undang-undang perlindungan data pribadi, sudah saya tandatangan tapi harus direvisi lagi karena menyesuaikan dengan undang-undang lainnya. Revisinya kini juga sudah saya tandatangani dan sudah di Sekretariat Negara," ujar Rudiantara saat proses serah terima jabatan Menkominfo tahun lalu.
 
"Karena beliau sudah asalnya di sana (DPR RI) maka harapannya nanti undang-undang yang diajukan lebih lancar ke depannya," imbuh Rudiantara saat itu. RUU PDP sendiri sudah masuk prolegnas pada 2015 dan 2019 tapi tidak terealisasikan.
 
Program lain yang dilanjutkan Menkominfo Johnny dari periode Rudiantara adalah proses migrasi televisi analog ke digital yang didukung melalui revisi Undang-Undangan Penyiaran. Di November 2019, dirinya sudah bertemu dengan Komisi 1 DPR Ri yang dipimpin oleh Meutya Hafid.
 
Menkominfo Johnny menyebutkan penataan frekuensi televisi analog ke digital dibutuhkan untuk mengosongkan frekuensi 700MHz yang selama ini digunakan. Ke depannya frekuensi tersebut digunakan untuk kebutuhan penyelenggaraan jaringan 5G.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif