Telegram mengumumkan rencana monetisasi dan terdiri dari dua bagian, yang akan diterapkan pada tahun 2021.
Telegram mengumumkan rencana monetisasi dan terdiri dari dua bagian, yang akan diterapkan pada tahun 2021.

Telegram Umumkan Rencana Monetisasi

Lufthi Anggraeni • 24 Desember 2020 09:37
Jakarta: Telegram mengumumkan bahwa perusahaannya kini telah memiliki 500 juta pengguna aktif. Untuk menjaga layanannya pada skala operasional saat ini, Telegram mengumumkan rencana monetisasi melalui saluran publik milik co-founder Pavel Durov di Telegram.
 
Mengutip GSM Arena, Durov menyampaikan rencana monetisasi yang terdiri dari dua bagian untuk layanannya mulai tahun 2021. Bagian pertama rencana ini akan diperkenalkan untuk memperkenalkan fitur premium untuk bisnis atau pengguna dengan pengaruh besar.
 
Sedangkan seluruh fitur yang telah tersedia akan tetap dapat dimanfaatkan secara gratis. Selain itu, layanan ini akan memperkenalkan sejumlah fitur baru yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari basis pengguna yang lebih menuntut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagian kedua akan memperkenalkan iklan di saluran publik, termasuk grup chat terbuka dalam ukuran besar yang dijalankan oleh individual atau grup masyarakat dan mengizinkan orang lain untuk bergabung.
 
Selama beberapa tahun terakhir, popularitas grup ini mengalami peningkatan signifikan, dengan pengguna yang memperlakukannya seperti forum di masa modern atau alternatif untuk layanan seperti Discord.
 
Telegram akan menampilkan iklan di grup ini menggunakan jaringan iklan miliknya, akan menghilangkan iklan yang ditempatkan secara manual oleh pemilik grup dengan mengirimkannya sebagai unggahan. Iklan akan diintegrasikan di dalam aplikasi dan dengan antarmuka lebih baik, alih-alih menyamar sebagai unggahan.
 
Sedangkan untuk percakapan pribadi dan grup chat pribadi, percakapan tersebut tidak akan terganggu oleh iklan. Dalam unggahannya, Durov juga meyakinkan pengguna bahwa Telegram akan tetap menjadi perusahaan mandiri.
 
Langkah terkait monetisasi yang diambil Telegram ini akan membantu perusahaan tetap berkembang serta menghindari peluang untuk menjualnya demi mendapatkan keuntungan. Durov menjadikan WhatsApp sebagai contoh bahwa kondisi akan menjadi buruk saat pemilik platform memprioritaskan keuntungan di atas privasi pengguna.
 
Telegram juga merilis update besar pada platform mobile yang menghadirkan dukungan percakapan via suara di grup. Berbeda dengan panggilan suara, percakapan suara akan serupa saluran suara terbuka yang memungkinkan pengguna bergabung dan keluar sesuka mereka.
 
Selain itu, pengguna yang berada dalam percakapan suara ini dapat terus berbicara atau hanya mendengarkan ke percakapan pengguna lainnya. Pengguna dapat terus menggunakan fitur lain pada aplikasi sembari percakapan suara terbuka di latar belakang.
 
Di aplikasi Android, widget yang melayang akan muncul di layar saat percakapan suara aktif dan dapat diminimalisasi menjadi gelembung percakapan. Fitur ini juga akan tersedia di klien desktop Telegram di Windows dan macOS.
 
Update ini juga menghadirkan peningkatan lainnya, seperti stiker dengan proses pemuatan lebih cepat yang tampil sebelum selesai loading, ruang penyimpanan kartu SD di Android untuk memindahkan file Telegram dari ruang penyimpanan internal ke eksternal.
 
Selain itu, update ini juga berbekal update animasi aplikasi baru di Android, kemampuan untuk mengumumkan pesan menggunakan Siri di iOS, kemampuan mengedit foto di Android setelah dikirimkan, dan lebih banyak emoji beranimasi.
 
Update aplikasi ini kini telah tersedia di platform mobile, dan detail terkait aspek monetisasi akan diumumkan di masa mendatang.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif