Mengutip GSM Arena, angka ini mewakili peningkatan sebesar empat persen lebih besar jika dibandingkan dengan biaya produksi iPhone 12 Pro dengan kapasitas ruang penyimpanan internal yang sama, diperkirakan sebesar USD548 (Rp7,8 juta).
Sebagai referensi, iPhone 13 Pro dengan kapasitas ruang penyimpanan internal 256GB ditawarkan seharga USD1.099 (Rp15,6 juta). Hal ini berarti biaya dari bahan yang digunakan perangkat diatribusikan dengan 52 persen biaya akhir ponsel tersebut, tanpa mengaitkan dengan pengeluaran lain seperti R&D, pemasaran dan transportasi, tapi juga skala ekonomi Apple.
Chipset A15 Bionic baru, memori flash NAND dan subsistem layar merupakan pendorong utama dari peningkatan biaya produksi. Kelangkaan chipset yang tengah berlangsung juga berkontribusi pada peningkatan biaya dalam menghadirkan komponen untuk iPhone baru.
Laporan terbaru juga menampilkan estimasi biaya produksi Samsung Galaxy S21+ dengan kapasitas ruang penyimpanan internal 256GB sebesar USD508 (Rp7,2 juta), sedangkan harga jual perangkat ini berdasarkan informasi di situs resmi Samsung sebesar USD1.050 (Rp14,9 juta).
Sebelumnya, Apple baru-baru ini merilis update iOS versi 15.0.1, namun daftar perubahan untuk versi ini tidak menyebutkan perbaikan lain selain bug yang akan mengatasi permasalahan soal aktivitas membuka kunci layar iPhone menggunakan Apple Watch.
Meskipun demikian, update ini dinilai sepadan untuk diunduh dan diterapkan pada iPhone 13 pengguna. Sebagai informasi, membuka kunci layar dengan Apple Watch merupakan fitur yang diperkenalkan Apple pada periode pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News